Indeks

PMI Bukittinggi Salurkan Bantuan ke Malalak, Ahmad Jais: “Bencana Ini Duka Kita Bersama”

PMI Bukittinggi Saat Membagikan Sembako.(Foto. : Putri).

Agam (SUMBAR) MINAKONEWS.COM — Upaya kemanusiaan kembali dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi untuk membantu warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Senin (1/12).

Tim PMI turun langsung ke lokasi membawa 180 paket sembako dan sayuran senilai Rp200.000 untuk didistribusikan kepada masyarakat yang saat ini masih menghadapi situasi sulit.

Rombongan dipimpin oleh Kepala Markas PMI Bukittinggi, Ahmad Jais, bersama delapan personel. Mereka menempuh perjalanan dengan satu unit ambulans dan satu mobil L300 untuk menjangkau wilayah yang hingga kini masih terkendala listrik padam serta akses jalan yang rusak.

Ahmad Jais mengatakan bahwa bencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat adalah pukulan berat bagi masyarakat. Menurutnya, PMI Bukittinggi terus berusaha menjangkau daerah-daerah terdampak.

“Bencana banjir bandang dan longsor ini adalah duka bagi kita semua. Untuk saat ini, kami baru bisa menjangkau satu titik di Kabupaten Agam yaitu Kecamatan Malalak. Ke depan, kami terus membuka open donasi, baik uang tunai, sembako, maupun kebutuhan lainnya agar bisa kembali kami salurkan ke daerah terdampak lain,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, PMI Bukittinggi juga membawa 165 paket tambahan dari PMI Provinsi Sumatera Barat yang berisi selimut, pakaian, dan handuk. Bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Jorong Toboh.

Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar, menegaskan bahwa PMI provinsi dan PMI kabupaten/kota akan terus bergerak bersama untuk memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

“Bencana di Malalak memerlukan respon cepat dan terkoordinasi. Kami berada di sini untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan dapat meringankan beban warga,” ujarnya.

Sementara itu, Hasbi selaku Jorong Toboh mengaku sangat terbantu dengan kehadiran PMI sejak hari pertama bencana. Menurutnya, kondisi di lokasi masih jauh dari normal.

“Listrik belum menyala, jalan rusak, jaringan internet terputus. Bantuan yang datang hari ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh warga kami. Kami sangat berterima kasih kepada PMI Bukittinggi dan semua pihak yang peduli,” tuturnya.

Hasbi juga berharap pemerintah segera memprioritaskan perbaikan akses jalan menuju wilayah mereka agar proses distribusi bantuan dan pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Dengan hadirnya PMI dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat Malalak berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal di tengah kondisi infrastruktur yang masih terbatas.

Penulis. : Putri

Editor. : Red minakonews