Mahasiswa berhadapan dengan blokade polisi di Bundaran HI, menuntut penolakan kenaikan BBM dan transparansi kebijakan ekonomi nasional.(Ilustrasi: Minakonews/AI).
Jakarta DKI). MINAKONEWS –
Ratusan polisi memblokade massa mahasiswa di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin 15 Juni 2026 siang. Ribuan personel gabungan Polri–TNI disiagakan untuk menghalau demonstrasi mahasiswa dari berbagai kampus yang menolak kebijakan ekonomi dan kenaikan harga BBM.
Aksi dimulai dengan long march mahasiswa dari arah Sudirman menuju Bundaran HI. Namun aparat menutup akses dengan pagar betis dan water barrier di kawasan Bendungan Hilir dan Thamrin Nine. Massa sempat terlibat dorong-dorongan dengan polisi, sementara hujan deras mengguyur lokasi.
Data resmi menyebutkan sekitar 6.675 personel gabungan Polri–TNI ditempatkan di titik strategis Jakarta Pusat. Lalu lintas di Jalan Sudirman arah Bundaran HI ditutup, arus kendaraan dialihkan ke Gatot Subroto, dan hanya bus TransJakarta yang diizinkan melintas. Kondisi ini menimbulkan kemacetan panjang di kawasan Sudirman–Thamrin.
Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan Aliansi PERISAI membawa 20 tuntutan, terdiri dari 11 tuntutan mendesak dan 9 tuntutan umum. Di antaranya penolakan kenaikan harga BBM, perbaikan nilai tukar rupiah, serta transparansi kebijakan ekonomi nasional.
Hingga sore, Bundaran HI tetap steril dari massa karena blokade ketat aparat. Polisi menawarkan relokasi titik aksi ke kawasan Monas, namun mahasiswa menolak dan memilih bertahan di sekitar Sudirman. Tidak ada laporan korban serius, meski gesekan fisik ringan sempat terjadi di depan Stasiun Sudirman.
Penulis: Dur Mandala Putra
Editor. : Red. Minakonews.com
