Personel Polri dan tim medis berdiri siaga di depan helikopter evakuasi berlogo palang merah, menandai kesiapan operasi udara dalam penanganan bencana di Sumut (Foto Dok. Divhumas Polri).
Medan (Sumut). MINAKONEWS.COM – Polri mengerahkan armada udara berupa helikopter evakuasi berlogo palang merah untuk mempercepat distribusi logistik dan bantuan medis pasca banjir serta longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Helikopter tersebut digunakan dalam operasi tanggap darurat yang terintegrasi dengan jalur laut dan darat. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa percepatan distribusi bantuan dilakukan dengan mengutamakan jalur udara karena banyak akses darat masih terputus. “Saat ini Polri mengerahkan pesawat dan helikopter untuk memastikan bantuan segera tiba di lokasi terdampak,” ujarnya.
Sejak beberapa hari terakhir, helikopter telah melakukan airdrop bahan pokok di Tapanuli dan wilayah terisolir lainnya. Fokus utama adalah memastikan suplai logistik tidak berhenti dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjamin.
Data Statistik Operasi Polri
– Pesawat udara: 3 unit (CN295, Fokker 27 MK50, Boeing 737-800NG)
– Helikopter: 5 unit (AW169, Dauphin AS365 N3, NBO-105, Bell 429, Bell 412EP)
– Kapal patroli Polair: 9 unit (KP Wisanggeni–8005, KP Antareja–7007, KP Anis Kembang–4001, KP Lory–3018, serta dukungan kapal dari Polda Kepri dan Polda Riau)
– Personel terlibat: lebih dari 150 kru udara dan laut, termasuk pilot, teknisi, dan ABK.
– Wilayah operasi: Aceh, Sumut, dan Sumbar, dengan fokus distribusi logistik ke daerah terisolir.
Mobilisasi besar ini bertujuan membuka kembali wilayah terisolir, mempercepat pemulihan, serta menjamin kebutuhan kritis masyarakat terpenuhi.
Penulis: Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews.com
