Saya tanggung jawab soal Whoosh,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan resmi, menegaskan komitmen negara terhadap proyek strategis transportasi publik (Foto Dok. Ist)
Jakarta (DKI Jakarta), MINAKONEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah Indonesia akan menanggung penuh cicilan utang proyek Kereta Cepat Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun kepada Tiongkok.
Pernyataan ini disampaikan dalam forum resmi saat meresmikan Stasiun Tanah Abang, sebagai bentuk komitmen negara terhadap pembangunan transportasi publik strategis.
Proyek Whoosh, yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, mengalami pembengkakan biaya hingga Rp116 triliun, naik sekitar 23 persen dari nilai awal proyek sebesar US$6,071 miliar.
Meski sempat menuai kritik, Prabowo menegaskan bahwa proyek ini akan dilanjutkan hingga Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai bagian dari visi konektivitas nasional.
Prabowo menyampaikan bahwa pembayaran utang bukanlah masalah besar, karena manfaat proyek jauh lebih luas. Ia mengatakan bahwa kereta cepat akan mengurangi kemacetan, polusi, dan mempercepat perjalanan antar kota.
“Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun, tetapi manfaatnya: mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan. Ini semua harus dihitung,” ujarnya.
Langkah Prabowo dinilai sebagai bentuk kepemimpinan fiskal yang tegas dan afirmatif. Ignasius Jonan, mantan Menteri Perhubungan, menyebut bahwa operasional Whoosh sudah bagus dan menyatakan bahwa Prabowo memiliki kebijakan tersendiri dalam menyikapi proyek tersebut.
Sementara itu, Ketua Banggar DPR dari PDI-P, Said Abdullah, mendukung penyelidikan KPK atas dugaan mark-up anggaran, namun menolak penghentian proyek. Ia menyatakan bahwa Whoosh adalah program yang sangat baik dan perlu dilanjutkan.
Dari sisi akademik, Zaenur Rohman dari Pukat UGM mendorong KPK untuk menindaklanjuti informasi awal dengan pengumpulan data lebih lanjut.
Di sisi lain, PT KAI sebagai operator proyek sempat menanggung kerugian triliunan rupiah, memicu kekhawatiran publik soal beban fiskal.
Namun Prabowo meminta agar proyek ini tidak dipolitisasi dan tetap difokuskan pada manfaat jangka panjang. Pemerintah menegaskan bahwa proyek Whoosh adalah simbol kemajuan transportasi Indonesia dan kerja sama bilateral dengan Tiongkok.
Proyek ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan moda transportasi modern di wilayah lain, termasuk Sumatera Barat, dengan semangat efisiensi, keberlanjutan, dan penguasaan teknologi nasional.
Penulis: Tim Redaksi Minakonews
Editor. : Red. Minakonews.com
