Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan keterangan pers.(Foto Dok. Setpres).
Jakarta (DKI). MINAKONEWS.
Presiden RI Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Istana Merdeka, Jakarta, baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan dua kebijakan penting yang segera dijalankan. Pertama, Instruksi Presiden (Inpres) untuk penyelamatan gajah Sumatra dan Borneo yang populasinya semakin kritis akibat menyusutnya habitat alami dan konflik manusia-satwa.
Data terbaru menunjukkan populasi gajah Sumatra hanya sekitar 1.100 ekor yang tersebar di 22 lanskap hutan, dengan 21 kantong habitat tersisa dari 42 yang pernah ada. Sebagai bentuk komitmen nyata, Presiden bahkan menyerahkan lahan miliknya seluas 90 ribu hektare untuk konservasi gajah, menegaskan bahwa pelestarian satwa terancam punah adalah prioritas nasional.
Kebijakan kedua adalah Keputusan Presiden (Keppres) pembentukan Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Satgas ini akan mencari model pendanaan berkelanjutan agar pengelolaan taman nasional tidak hanya bergantung pada APBN, tetapi juga melibatkan inovasi pembiayaan publik-swasta. Dengan langkah ini, taman nasional diharapkan mampu menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendukung ekowisata dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Presiden menekankan bahwa konservasi bukan sekadar urusan lingkungan, melainkan bagian integral dari strategi besar menjaga ketahanan ekologi dan ekonomi nasional.
Hakikat dari kebijakan ini adalah meneguhkan komitmen Indonesia terhadap keanekaragaman hayati, memperkuat kemandirian ekologi, dan menjadikan konservasi sebagai kekuatan ekonomi keagamaan sekaligus pilar pembangunan berkelanjutan. Dengan antisipasi yang matang dan tindakan nyata, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global tanpa mengorbankan stabilitas dalam negeri.
Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com
