Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menandatangani komitmen pengabdian prajurit TNI dalam kunjungan ke Yonif TP 845/Ksatria Satam, Belitung Timur.(Dok. Kemenhan/AI).
Belitung Timur, MINAKONEWS – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kesiapan seorang prajurit bukan sekadar ucapan, melainkan harus tertanam dalam hati dan jiwa. Pesan ini ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Yonif TP 845/Ksatria Satam di Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur.
“Kalian adalah harapan rakyat. Jika sudah diberi kemampuan, harus sanggup menjalankan tugas mengawal kedaulatan negara,” tegas Menhan Sjafrie di hadapan prajurit. Ia menekankan bahwa pengabdian TNI selalu berpijak pada kepercayaan rakyat, sehingga semangat dan kesiapan harus menjadi bagian dari jati diri setiap prajurit.
Menhan juga mengapresiasi semangat prajurit muda yang baru memulai pengabdian. “Buktikan bahwa prajurit TNI hadir untuk menjaga keamanan dan kenyamanan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang pemeriksaan kesiapan pasukan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa. Data Mabes TNI menunjukkan jumlah personel aktif mencapai ±46.000 prajurit, dengan tingkat digitalisasi kesiapan sebesar 89%. Inventaris alutsista dan laporan operasi juga terus diperbarui hingga 2025, menegaskan komitmen TNI untuk tetap prima dan adaptif menghadapi tantangan.
Sejumlah media nasional turut meliput, menyoroti pesan Menhan tentang kesiapan yang harus menyatu dalam hati dan pikiran. Pesan ini sekaligus mengingatkan bahwa kepercayaan rakyat adalah fondasi utama bagi pengabdian TNI. Dengan semangat itu, prajurit diharapkan mampu menjaga keamanan, kenyamanan, dan kedaulatan negara secara konsisten.
Penulis: Dur Mandala Putra
Editor. : Red. Minakonews.com
