Proyek Whoosh jadi bom waktu: PT KAI terancam krisis, publik tuntut transparansi (Infografis: DRJ/AI).
Jakarta (DKI Jakarta), MINAKONEWS.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadapi ancaman krisis keuangan yang diprediksi memuncak pada tahun 2026. Beban investasi dan kerugian dari proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) menjadi sorotan utama.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut proyek Whoosh sebagai “bom waktu” yang bisa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Hingga pertengahan 2025, KAI telah menanggung kerugian lebih dari Rp 4 triliun akibat pembengkakan biaya proyek yang semula diperkirakan USD 6 miliar, kini mencapai USD 7,27 miliar atau sekitar Rp 118,9 triliun.
Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan bahwa jika tidak segera ditangani, KAI bisa bangkrut. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengevaluasi proyek dan menyelamatkan layanan kereta reguler yang digunakan jutaan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal utang, tapi soal arah transportasi publik nasional. Jangan sampai proyek ambisius justru mengorbankan layanan dasar,” ujarnya dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI.
Krisis ini berpotensi berdampak pada pengurangan layanan KA ekonomi, kenaikan tarif, dan gangguan operasional. Publik mendesak transparansi dan intervensi pemerintah agar krisis tidak meluas ke sektor transportasi lainnya.
Penulis: DRJ
Editor. : Red. Minakonews.com
