Potret natural: Simbol Restorative Justice (RJ) ‘penyelesaian perkara pidana berbasis pemulihan dan perdamaian’ berpindah tangan dalam suasana resmi, menandai langkah damai dan rekonsiliasi setelah polemik ijazah Jokowi (Potret Digital: Minakonews/AI).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS –
Koordinator Troya, Refly Harun, mengungkap alasan di balik sikap Rismon Hasiholan Sianipar yang memilih jalur restorative justice (RJ) dan berdamai dengan Presiden Jokowi. Langkah itu membuat Rismon memutus komunikasi dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa, dua tokoh yang sebelumnya bersama-sama mengkritisi isu ijazah Jokowi.
Dalam pernyataannya, Refly menduga Rismon merasa tertekan oleh laporan hukum lain, termasuk isu ijazah Jepang miliknya. “Ada kemungkinan Rismon terdesak oleh laporan lain, sehingga memilih berdamai. Saya sempat menanyakan lewat WhatsApp apakah itu murni kehendaknya atau karena tekanan, tapi pesan hanya centang satu,” ujar Refly. Ia menambahkan bahwa nomor telepon Roy Suryo dan Dokter Tifa bahkan diblokir oleh Rismon.
Langkah Rismon ini terjadi menjelang konferensi pers di Polda Metro. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Jokowi dan menegaskan bahwa publik akan lebih percaya pada hasil penelitiannya jika ia terbuka, bukan sekadar mengikuti cibiran. Sikap tersebut dipandang sebagai rekonsiliasi, meski oleh sebagian pihak disebut sebagai “pembelotan.”
Bagi Roy Suryo dan Dokter Tifa, keputusan Rismon menjadi pukulan karena kehilangan salah satu rekan dalam kasus ijazah Jokowi. Namun, Refly memastikan dirinya tetap menjadi kuasa hukum keduanya. Sementara itu, bagi publik, peristiwa ini menambah dinamika kontroversi seputar isu ijazah Jokowi sekaligus menyoroti tekanan politik yang mungkin dialami pihak-pihak yang terlibat.
Penulis: Dur Mandala Putra
Editor. : Red. Minakonews.com
