Wakil Gubernur Sumatera Barat berdialog hangat dengan siswa SLB, disaksikan para guru dalam kunjungan revitalisasi pendidikan inklusif.(Dok. Ist).
Padang (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi resmi memulai program revitalisasi satuan pendidikan di Sumatera Barat, termasuk sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB). Program ini merupakan bagian dari Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digagas Direktorat Pendidikan Khusus, Ditjen PK-PLK, dengan total anggaran lebih dari Rp100 miliar dari APBN 2025.
Salah satu sekolah yang mendapat perhatian khusus adalah SLB Negeri 2 Padang, yang berlokasi di Jalan Terai No. 38, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Sekolah ini menerima alokasi dana sebesar Rp2,29 miliar untuk perbaikan infrastruktur dan peningkatan fasilitas pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius, menegaskan bahwa seluruh proses revitalisasi harus berjalan transparan dan bebas dari praktik pungutan liar. “Tidak boleh ada satu sen pun dana yang diselewengkan, baik untuk monitoring, kepala dinas, kepala sekolah, atau pihak lain yang tidak berhak,” tegasnya dalam rapat koordinasi revitalisasi yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Sumbar, akhir Juli lalu.
Rakor tersebut dihadiri oleh puluhan kepala sekolah, konsultan, bendahara, dan tim pelaksana dari SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat. Dalam sesi khusus untuk SLB, sebanyak 30 kepala sekolah hadir untuk membahas teknis pelaksanaan dan pengawasan proyek revitalisasi.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
