Riri Satria, Komisaris Utama ILCS Digital Pelindo Solution sekaligus sastrawan, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Deepfake AI dan Disrupsi Dunia Kepenulisan, Kepenyairan, dan Kebudayaan” dalam perayaan ulang tahun ke-70 Universitas Andalas di Padang. (Foto Dok. Flora/AI).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS –
Perayaan ulang tahun ke-70 Universitas Andalas (Unand) menjadi panggung refleksi akademik ketika Riri Satria, Komisaris Utama ILCS Digital Pelindo Solution sekaligus sastrawan, menyampaikan orasi budaya berjudul “Deepfake AI dan Disrupsi Dunia Kepenulisan, Kepenyairan, dan Kebudayaan”.
Dalam orasi ilmiah yang memikat, Riri mengupas tajam bagaimana kecerdasan buatan (AI) dan teknologi deepfake mengubah wajah kebudayaan modern. Ia menegaskan bahwa di era digital, batas antara karya otentik dan rekayasa semakin kabur, menantang para penulis dan penyair untuk menjaga kejujuran intelektual sekaligus beradaptasi dengan inovasi.
“Tantangan terbesar kita bukan sekadar melawan teknologi, tetapi memanfaatkannya untuk memperluas ruang ekspresi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan,” ujar Riri dalam forum yang dihadiri akademisi, budayawan, dan sastrawan Sumbar.
Acara Unand Berpuisi yang digelar di Convention Hall Unand, Selasa (2/6/2026), turut menampilkan parade puisi, pemotongan tumpeng, dan penghargaan kepada Penyair ASEAN Syarifuddin Arifin. Momentum ini menegaskan peran Unand sebagai pusat kebudayaan yang berpikir maju, menghubungkan tradisi dan teknologi dalam satu panggung intelektual.
Penulis: Flora
Editor. : Red. Minakonews.com
