Wilson Gustiawan memandu jalannya FGD di Hotel Truntum Padang, sementara Ketua Peneliti Afifah memilih mendekati peserta secara langsung di meja diskusi, meninggalkan panggung demi membangun dialog yang lebih inklusif dan partisipatif (Foto: d®amlis).
Padang (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM – Politeknik Negeri Padang (PNP) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Desain Model Keterkaitan Kinerja Usaha, Human Capital, Social Capital dan Orientasi Teknologi di Industri Makanan Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan dokumen implementasi hasil penelitian yang bertujuan mendukung pengembangan sektor UMKM makanan secara berkelanjutan.
FGD ini dibuka oleh Wakil Direktur I PNP, Revalin Herdianto, S.T., M.T., dan dimoderatori oleh Wilson Gustiawan, anggota tim peneliti. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025, pukul 09.00–13.00 WIB di Ruang Anai, Hotel Truntum, Padang.
Tim peneliti dipimpin oleh Afifah, S.E., M.Si., bersama anggota tim lainnya yaitu Wilson Gustiawan, Maya Permata Sari, dan Mega Dwi Septivani. Mereka memfasilitasi diskusi yang melibatkan 35 peserta dari berbagai instansi, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Padang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Bank Syariah Indonesia, akademisi dari UIN Imam Bonjol dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, serta pelaku UMKM sektor makanan.
Menurut data BPS Sumatera Barat 2025, terdapat 84.077 unit usaha mikro dan 4.144 unit usaha kecil di provinsi ini. Sektor makanan dan minuman menyumbang lebih dari 35 persen dari total unit usaha mikro dan kecil. Laporan Bank Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II 2025 melambat ke 3,94 persen (yoy), sebagian besar disebabkan oleh penurunan aktivitas konsumsi domestik dan terbatasnya mobilitas masyarakat.
Dalam sesi diskusi, pelaku usaha menyampaikan berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam digital marketing, minimnya SDM yang tertarik pada proses produksi, serta kebutuhan akan peralatan produksi yang lebih efisien. Pemerintah daerah menekankan pentingnya legalitas usaha, sertifikasi produk, pembukuan sederhana, dan akses permodalan sebagai fondasi penguatan UMKM.
Yanti Marlina dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mendampingi pelaku usaha. Ia menambahkan bahwa pendampingan bukan sekadar tugas, melainkan bentuk ibadah dan kontribusi nyata bagi kemajuan bersama.
Penelitian ini berfokus pada keterkaitan antara kualitas SDM (human capital), jejaring sosial dan kepercayaan (social capital), serta pemanfaatan teknologi dalam produksi dan pemasaran (orientasi teknologi). Analisis tim peneliti menunjukkan bahwa sinergi ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan daya saing UMKM makanan secara signifikan.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha. Semangat berbagi ilmu dan pendampingan yang inklusif diharapkan menjadi fondasi bagi kemajuan industri makanan lokal yang berkelanjutan.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
