Para juara Festival Malingka Carano Jo Arai Pinang Ke-III Tahun 2025 menerima trofi dan penghargaan di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Kota Pariaman (Dok. MCD Pariaman).
Pariaman (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Festival “Malingka Carano Jo Arai Pinang” Ke-III tingkat SD/MI se-Sumatera Barat resmi ditutup dengan meriah di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, baru-baru ini. Ajang tahunan ini menjadi ruang pelestarian budaya Minangkabau sekaligus wadah ekspresi bagi generasi muda dalam memahami nilai-nilai adat sejak dini.
Sebanyak 86 peserta dari berbagai SD dan MI di Sumatera Barat beradu ketangkasan dalam prosesi adat yang sarat makna. Setiap peserta diberi waktu 30 menit untuk menampilkan kemampuan dalam melingkarkan carano, sebuah wadah persembahan yang melambangkan tata krama dan penghormatan terhadap tamu.
Setelah melalui penilaian ketat, SDN 05 Tungkal Utara, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman berhasil meraih Juara I melalui penampilan memukau dari siswi Kanya Dwi Ramadhani, yang memperoleh nilai tertinggi yakni 136 poin. Ia tampil anggun dan penuh percaya diri dalam mempersembahkan carano, memukau dewan juri dan penonton.
Wali Kota Pariaman Yota Balad, didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. “Selamat kepada anak-anak yang menjadi juara, namun bagi yang belum berhasil, kami tetap bangga karena tidak semua orang mampu malingka carano. Kalian membuktikan keahlian yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tradisi “Malingka Carano Jo Arai Pinang” memiliki makna filosofis yang mendalam. Carano melambangkan _Baso jo Basi_ (tata krama dan kesantunan), sementara prosesi malingka carano mengajarkan tentang kerapian, kehalusan budi, dan penghormatan terhadap adat. “Semua ini adalah cerminan dari filosofi _Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah_,” tegasnya.
Festival ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pariaman bersama Sanggar Seni Budaya Lubuak Layang, serta didukung penuh oleh Pemerintah Kota Pariaman sebagai bagian dari komitmen pelestarian budaya lokal.
Penulis: 44d1n0
Editor. : Red. Minakonews.com
