Indeks

Sensor Cerdas Buatan Dosen Unand Bantu Petani Sawit Panen Tepat Waktu

Dr. Eng. Muhammad Makky, Peneliti Sawit dari Unand (Dok. Unand).

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – 19 Agustus 2025. Inovasi teknologi pertanian kembali lahir dari Universitas Andalas (Unand). Kali ini, Dr. Eng. Muhammad Makky, pakar teknologi pertanian dan dosen Fakultas Teknologi Pertanian, memperkenalkan sensor kematangan buah sawit berbasis non-destruktif yang mampu membantu petani menentukan waktu panen secara presisi tanpa merusak buah.

Sensor ini menggabungkan pengukuran suhu, kelembaban, rendemen minyak, dan tingkat keasaman buah sawit, lalu mengolah data tersebut menggunakan algoritma kecerdasan buatan (AI). Hasilnya dapat diakses langsung melalui aplikasi digital, sehingga petani bisa mengambil keputusan panen secara cepat dan berbasis data.

Makky, yang dikenal sebagai pelopor smart farming di Indonesia, telah mengembangkan berbagai sistem pertanian cerdas, termasuk drone untuk deteksi dini penyakit tanaman, serta sistem uji kualitas tanpa perusakan untuk sawit, biji-bijian, dan kesehatan tanaman. Semua inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan ketahanan pangan di tengah tantangan global.

Teknologi ini bukan hanya soal panen tepat waktu, tapi juga soal keberlanjutan. Petani bisa meningkatkan kualitas hasil, mengurangi limbah, dan menjual dengan harga yang lebih kompetitif, ujar Makky, yang juga aktif dalam kolaborasi riset internasional dan pelatihan lintas negara.

Sensor kematangan sawit ini telah memasuki versi keempat dan dikembangkan melalui hibah riset serta kerja sama dengan mitra industri. Unand menargetkan teknologi ini bisa segera dihilirisasi dan digunakan secara luas di perkebunan sawit Sumatera Barat dan wilayah lainnya.(d®amlis).

Penulis. : d®amlis

Editor. : Red minakonews