Sepucuk surat istimewa dari seorang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) II Bandung Barat, Muhammad Daffa Raasyid kepada Presiden Prabowo (Dok. Setpres).
Bandung Barat (Jawa Bara), MINAKONEWS.COM —
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima sepucuk surat istimewa dari seorang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) II Bandung Barat, Muhammad Daffa Raasyid. Surat tersebut ditulis tangan dan disampaikan melalui Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden pada 17 Oktober lalu.
Dalam suratnya, Daffa menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas kehadiran Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan inklusif yang telah memberinya dan teman-temannya kesempatan untuk kembali belajar. Ia menulis:
“Terima kasih Bapak Prabowo karena telah membuat Sekolah Rakyat ini sehingga saya dan teman-teman bisa kembali merasakan bangku sekolah. Sekolah ini yang akan merakit kami menjadi anak-anak yang kreatif, cerdas, dan memiliki jiwa kepemimpinan seperti Bapak. Mungkin sepuluh tahun ke depan kami akan menjadi orang yang sukses dan bisa membangun negara ini. Tunggu kami ya, Pak.”
Surat tersebut dibacakan langsung oleh Presiden Prabowo dalam sebuah acara internal, dan momen haru itu diabadikan serta dibagikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet⁽²⁾⁽³⁾. Menurut Seskab Teddy, surat Daffa adalah “selembar kertas yang penuh makna”—sebuah pengingat bahwa kebijakan pendidikan menyentuh kehidupan nyata anak-anak bangsa.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dalam satu tahun masa pemerintahan, tercatat 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi, menjangkau 15.945 pelajar dari keluarga kurang mampu yang berada pada desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para orang tua siswa dan tokoh pendidikan. “Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tapi ruang harapan,” ujar Siti Nurhayati, orang tua siswa dari SRMP II Bandung Barat.
Dengan surat kecil dari Daffa, generasi muda Indonesia seolah menyampaikan pesan: mereka siap bangkit, belajar, dan berkontribusi untuk negeri. Dan kepada Presiden, mereka berkata: “Tunggu kami ya, Pak.”
Penulis: DRJ
Editor. : Red. Minakonews.com
