Indeks

Setelah Kereta Cepat, Prabowo Hentikan Proyek PIK 2: Luhut dan Jokowi Panik?

PIK 2 dicoret dari PSN: megaproyek pesisir ditinjau ulang, arah pembangunan nasional bergeser (Potret Digital: DRJ/44d1n0/AI).

Jakarta, MINAKONEWS.COM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi mencabut status Proyek Strategis Nasional (PSN) dari proyek pengembangan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) Tropical Coastland. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menko Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 24 September lalu.

Proyek PIK 2 sebelumnya digarap Agung Sedayu Group milik pengusaha Sugianto Kusuma alias Aguan, dengan nilai investasi mencapai Rp 65 triliun dan luas pengembangan 1.755 hektare. Pencabutan status PSN ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena proyek tersebut selama ini dikaitkan dengan dukungan kuat dari tokoh-tokoh seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan mantan Presiden Joko Widodo.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pencabutan dilakukan setelah kajian menyeluruh terhadap dampak lingkungan dan tata ruang kawasan pesisir Banten. Ia menegaskan bahwa meski status strategis dicabut, investasi properti di kawasan PIK 2 tetap berjalan tanpa hambatan administratif.

Salah satu warga Muara, Banten, yang enggan disebutkan namanya, menyambut baik keputusan ini. Ia menyebut bahwa proyek PIK 2 telah menimbulkan kekhawatiran soal reklamasi dan akses publik ke pesisir. “Kami khawatir pantai jadi milik segelintir orang. Kalau pemerintah sekarang lebih selektif, itu kabar baik,” ujarnya.

Langkah ini menyusul kontroversi sebelumnya terkait proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang menuai kritik karena pembengkakan biaya dan beban utang PT KAI. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa pencabutan status PSN PIK 2 menandai pergeseran arah pembangunan nasional yang lebih selektif dan berbasis kajian dampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan langsung dari Luhut maupun Jokowi terkait pencabutan status proyek PIK 2. Namun dinamika ini menunjukkan adanya ketegangan antara warisan proyek lama dan arah baru pemerintahan Prabowo yang lebih konservatif dalam menetapkan prioritas pembangunan.

Penulis: DRJ/ 44d1n0
Editor. : Red. Minakonews.com