Indeks

Setelah Tuntutan Warga, Pemkot Padang Mulai Evaluasi Perlintasan Rel Tanpa Palang

Vasco Ruseimi saat memeriksa salah satu palang keretapi (Dok. Ist.)

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – 23 Agustus 2025. Dua hari setelah tragedi yang menewaskan dua siswi SMA Negeri 10 Padang, termasuk anak dari Kapolres Solok Kota, Pemerintah Kota Padang mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan rel tanpa palang pintu_.

Wakil Wali Kota Padang Vasko Ruseimy, menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PT KAI untuk memetakan titik-titik rawan kecelakaan. “Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Evaluasi ini bukan hanya administratif, tapi juga moral,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian di Jati Adabiah.

Dari hasil pemetaan awal, terdapat 12 titik perlintasan aktif di wilayah Padang yang belum memiliki palang pintu atau penjaga tetap. Salah satunya adalah Jalan Jati Adabiah, lokasi kecelakaan yang memicu gelombang protes warga.

Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI, Dadan Rudiansyah, menyebut bahwa konstruksi jalan di lokasi kejadian sudah tidak sesuai standar. “Perlintasan sebidang tidak boleh menanjak atau menurun. Ini harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Ketua RW setempat, Edi Syahputra, menyambut baik langkah pemerintah namun meminta agar prosesnya tidak berlarut. “Kami sudah trauma. Jangan tunggu proyek, kami butuh tindakan cepat,” katanya.

PT KAI menyatakan siap mendukung pemasangan palang pintu dan penyediaan petugas jaga, asalkan ada sinergi anggaran dan kebijakan dari pemerintah daerah. “Keselamatan adalah prioritas utama. Kami terus berupaya mengedukasi dan menyosialisasikan keselamatan di perlintasan,” ujar Anne Purba, VP Public Relations PT KAI.

Langkah ini menjadi titik awal perubahan. Tapi warga tetap waspada. “Kami akan terus pantau. Keselamatan bukan janji, tapi bukti,” ujar Wen, warga Parak Salai, mengutip pernyataan ketiga narasumber dari hasil wawancara Antara News.

Penulis. : d®amlis

Editor. : Red minakonews