Menkeu Purbaya dan Menko AHY bersinergi bahas KCIC, Giant Sea Wall, dan rehabilitasi bencana Sumatera.(Dok. Menkeu).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Kementerian Keuangan, baru-baru ini. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menyatukan arah kebijakan fiskal dan pembangunan infrastruktur nasional dalam menghadapi tantangan strategis.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas empat isu utama: rehabilitasi pascabencana di Aceh dan Sumatera, restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC), pengamanan wilayah pesisir melalui proyek Giant Sea Wall, serta akselerasi program perumahan rakyat.
Menko AHY menekankan pentingnya percepatan rehabilitasi infrastruktur dasar di wilayah terdampak bencana, seperti jalan, jembatan, dan akses air bersih. Menkeu Purbaya memastikan bahwa anggaran pemulihan telah disiapkan melalui skema pembiayaan darurat lintas kementerian.
Terkait proyek KCIC, pembahasan difokuskan pada restrukturisasi utang sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp19,5 triliun akibat pembengkakan biaya. Pemerintah ingin memastikan proyek ini tetap beroperasi optimal tanpa membebani APBN secara berlebihan.
Sementara itu, proyek Giant Sea Wall dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk melindungi Jakarta dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah. Pemerintah akan mengkaji ulang proyek ini dengan pendekatan berbasis ekosistem dan keberlanjutan.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan negara harus berdampak langsung pada rakyat dan pembangunan jangka panjang,” ujar Menkeu Purbaya dalam keterangannya.
Pertemuan ini mencerminkan pendekatan pemerintahan Prabowo-Gibran yang menekankan sinergi lintas sektor dan memperkuat prinsip Prabowonomics sebagai fondasi pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Penulis : Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
