Indeks

Sumbar Lumpuh, Ribuan Warga Aceh, Sumut, dan Sumbar Mengungsi

Brigpol Tri Irwansyah, personel Ditresamapta Polda Riau, gugur dalam tugas akibat banjir bandang di Padang Panjang.(Dok. Bagwatpers Polda Riau).

Padang Pariaman (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat hujan deras di sejumlah daerah di Aceh, Sumut, dan Sumbar selama beberapa hari terakhir telah mencapai 174 orang, dengan 79 lainnya hilang dan lebih dari 12.546 keluarga mengungsi, hingga Jumat (29/11).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebutkan, 12 orang luka-luka, sementara evakuasi dan penyaluran bantuan terkendala oleh jalan dan jembatan yang putus.

Di Sumbar, dampak terparah terjadi di Padang Pariaman dengan lima jembatan rusak. Longsor menutup jalur nasional Bukittinggi–Padang di Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam, membuat sekitar 200 kendaraan terjebak di Kecamatan Ampek Koto. Material banjir dari Sungai Batang Kuranji menghantam muara Ujung Karang dan pantai Air Tawar di Kota Padang. Ribuan warga kini mengungsi ke pos darurat, membutuhkan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan.

Di Sumut, jalur nasional Sidempuan–Sibolga terputus di satu titik, sementara jalur Sipirok–Medan terputus di dua titik. Di Mandailing Natal, longsor menutup akses Singkuang–Tabuyung dan Bulu Soma–Sopotinjak. Alat berat dikerahkan untuk membuka jalur.

Di Aceh, jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh terputus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu memutus konektivitas Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang. Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah tidak dapat diakses melalui jalur darat, sehingga jalur udara melalui Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah menjadi alternatif utama.

BNPB bersama TNI/Polri terus berupaya membuka akses jalan dan menyalurkan bantuan. Pemerintah daerah menyiapkan dapur umum serta posko kesehatan di lokasi pengungsian. Menurut BNPB, curah hujan ekstrem sejak 24 November dan kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan memperparah risiko banjir dan longsor.

Penulis: Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews.com