Petani dan pemerintah bersinergi wujudkan swasembada pangan, transparansi jadi kunci.(Infografis: WD/AI).
Jakarta, MINAKONEWS.COM –
Kementerian Pertanian RI menegaskan komitmen percepatan swasembada pangan nasional yang ditargetkan tercapai pada akhir Desember 2025, menjadikannya capaian tercepat dalam sejarah Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut keterbukaan informasi dan kerja lintas sektor sebagai fondasi utama keberhasilan, sekaligus memastikan kebijakan pangan berpihak pada petani dan masyarakat.
Dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Kementan, Amran menekankan bahwa transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen agar kebijakan dapat diawasi publik dan dipercepat. “Dengan keterbukaan, semua bisa dikontrol, dievaluasi, dan dipercepat,” ujarnya.
Presiden Prabowo sebelumnya menargetkan swasembada pangan dalam empat tahun, namun melalui sinergi Kementan, Bulog, Badan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia, TNI, Polri, Kejaksaan, dan BUMN, target tersebut diyakini dapat dicapai hanya dalam satu tahun.
Perum Bulog menyatakan kesiapan penuh menyerap hasil panen petani, menjaga keterjangkauan harga, dan stabilisasi pasar. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan semangat panen ke depan semakin kuat, dengan Bulog siap menampung hasil petani.
Dari sisi hulu, PT Pupuk Indonesia memastikan dukungan penuh dengan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen dan memperkuat distribusi subsidi agar tepat waktu dan tepat sasaran. Direktur Operasi Dwi Satriyo Annurogo menyebut kebijakan ini memberi kepastian bagi petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pengamat politik Prof. Ujang Komarudin menilai keterbukaan informasi di Kementan telah menghadirkan perubahan nyata di tingkat petani. Persoalan klasik seperti kelangkaan pupuk dan penyerapan gabah kini ditangani lebih serius dan terukur.
Melalui keterbukaan informasi dan kerja kolektif lintas sektor, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya mewujudkan swasembada pangan untuk rakyat, memperkuat ketahanan nasional, dan memastikan Indonesia semakin berdaulat di sektor pangan.
Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com
