TB Hasanuddin minta Kemenlu kaji matang rencana kirim pasukan ke Gaza di luar mandat PBB (Foto Dok. Minakonews.com).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengkaji secara hati-hati rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza jika dilakukan di luar payung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurutnya, pemerintah perlu mempelajari secara mendalam ruang lingkup misi, tujuan dan target operasi, serta bagaimana penerimaan internasional terhadap skema alternatif tersebut. “Jika ada opsi alternatif di luar payung PBB, Kemenlu harus benar-benar mengkajinya secara hati-hati,” ujar TB Hasanuddin saat dimintai tanggapan atas pernyataan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin yang membuka kemungkinan pengiriman pasukan dengan persetujuan organisasi internasional yang diinisiasi Amerika Serikat.
Sementara itu, TNI menyatakan kesiapan penuh untuk mengirimkan hingga 20 ribu personel ke Gaza. Kapuspen TNI Mayjen Freddy Ardianzah menyebut pasukan yang disiapkan berasal dari satuan yang telah terbiasa menjalankan operasi militer selain perang (OMSP) dan misi perdamaian. “Pasukan sudah terlatih, memiliki interoperabilitas, kesiapan logistik, dan kemampuan operasi di berbagai medan,” ujarnya.
Di sisi diplomatik, Menlu Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia masih melakukan koordinasi intensif dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Yordania. Diskusi dilakukan bersama kelompok negara pendukung Palestina yang sebelumnya bertemu dalam Sidang Umum PBB di New York. Menlu menegaskan bahwa keputusan final belum diambil dan semua masih dalam tahap penjajakan.
Rencana pengiriman pasukan ini sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam forum internasional, namun menuai perdebatan karena tidak melalui mandat resmi PBB. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut berisiko dari sisi legitimasi dan penerimaan global.
Penulis: DRJ
Editor. : Red. Minakonews.com
