Indeks

Tenaga Kesehatan Bertahan di Malalak, Relawan dan Mahasiswa Perkuat Layanan Pascabencana

Pos pelayanan kesehatan tetap siaga di Malalak, dukungan relawan dan Dinkes Agam terus mengalir.(Foto : Dok. Kemenkes).

Agam (Sumbar). MINAKONEWS.COM –
Di tengah keterbatasan akses dan ancaman longsor pascabencana banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, layanan kesehatan tetap berjalan berkat kolaborasi tenaga medis, relawan, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Sejak awal masa tanggap darurat, UPTD Puskesmas Malalak menjadi titik utama pelayanan, meski terdampak langsung oleh bencana. Enam tenaga kesehatan bertahan di puskesmas selama lima hari tanpa akses keluar, tetap melayani warga dengan fasilitas terbatas.

Relawan dari organisasi kemanusiaan, profesi kesehatan, dan kampus seperti Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Andalas, Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Padang, Universitas Diponegoro, dan Universitas Negeri Padang turut memperkuat pelayanan di posko dan wilayah terisolasi.

Kepala UPTD Puskesmas Malalak, Ns. Zulhelma Yetti, S.Kep., menyebut kehadiran relawan sangat membantu menjangkau daerah yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki, menyusuri sungai, atau mendaki perbukitan.

Keluhan kesehatan yang dominan meliputi ISPA, hipertensi, gangguan kecemasan, penyakit kulit, dan penyakit kronis. Relawan juga membantu penyediaan air bersih, toren, saringan air, serta obat-obatan untuk pasien rujukan yang kesulitan menuju rumah sakit.

Mahasiswa relawan seperti Tiara dan Navi dari Universitas Negeri Padang mengaku bangga bisa mengamalkan ilmu langsung di lapangan dan melihat warga terbantu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdiani, M.Kes., memastikan seluruh fasilitas kesehatan tetap beroperasi dan mengapresiasi kontribusi relawan dalam menjaga layanan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama pemulihan Malalak, menumbuhkan harapan di tengah keterbatasan dengan semangat gotong royong.

Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com