Indeks

Tiga Siswi SMA 10 Padang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta Api

Korban kecelakaan kereta api bergelimpangan.(Foto : d®amlis).

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 10 Padang setelah kecelakaan maut yang terjadi di perlintasan kereta api kawasan Jati Parak Salai, Kecamatan Padang Timur, Kamis siang (21/8/2025). Minibus yang ditumpangi tujuh siswi ditabrak oleh Kereta Api Minangkabau Ekspres saat melintasi rel tanpa palang pintu.

Dalam insiden tersebut, tiga orang siswi dinyatakan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.

Korban meninggal yang telah teridentifikasi:
1. Nabila Khairunisa – warga Kubu Dalam, Parak Karakah
2. Alya Azura – warga Jl. Banten, Komp. PJKA, Sawahan Timur, Padang Timur
3. Vivie Dwi – warga Jl. Teuku Umar, Alai Parak Kopi, Padang Utara

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Nabila meninggal di lokasi kejadian akibat benturan keras. Alya sempat dirawat di RSUP M. Djamil Padang sebelum dinyatakan meninggal dunia. Vivie Dwi juga dilaporkan meninggal, namun informasi ini masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.45 WIB saat rombongan siswi hendak melayat ke rumah duka orang tua teman mereka. Mobil Honda Mobilio yang mereka tumpangi melintas di rel kereta api tanpa palang pintu, dan ditabrak kereta yang melaju dari arah Stasiun Simpang Haru menuju Bandara Internasional Minangkabau. Kendaraan terseret sejauh lebih dari 10 meter dan mengalami kerusakan parah.

Kepala SMA Negeri 10 Padang, Muhammad Isya, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian ini. Ia menyatakan bahwa seluruh korban merupakan siswa kelas 11 dan dikenal aktif serta berprestasi di lingkungan sekolah. Ia juga berharap para korban luka segera pulih dan bisa kembali beraktivitas.

Muhammad Isya mengimbau agar pemerintah mempercepat pemasangan sistem pengamanan di perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan. Menurutnya, keselamatan pelajar dan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan PT KAI Divre II Sumbar untuk penyelidikan lebih lanjut. Warga sekitar berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi keselamatan transportasi di kawasan padat aktivitas.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan di jalur transportasi publik, terutama di titik-titik yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai.(d®amlis).

Penulis. : d®amlis

Editor. : Red minakonews