Trump dan Amandemen ke-25. Karikatur satir menggambarkan Presiden AS Donald Trump di bawah bayang-bayang ancaman Amandemen ke-25, dengan ekspresi bingung dan podium yang tak lagi kokoh. Politik Washington makin panas, es krim pun ikut meleleh (Infografis: Minakonews/AI).
Washington DC (Amerika Serikat). MINAKONEWS – Isu pelengseran Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa melalui proses pemakzulan menjadi artikel terpopuler kanal Global Jumat (23/1/2026).
Wacana ini mencuat setelah surat kontroversial Presiden Trump kepada Perdana Menteri Norwegia mengenai rencana akuisisi Greenland memicu kecaman luas dari komunitas internasional dan dalam negeri.
Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat menyerukan penerapan Amandemen ke-25 Konstitusi AS, yang memungkinkan pengalihan kekuasaan dari presiden kepada wakil presiden jika presiden dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya. Mekanisme ini tidak memerlukan pemungutan suara di Kongres seperti pemakzulan, melainkan keputusan kolektif dari Wakil Presiden dan mayoritas anggota kabinet.
Namun, para pakar hukum menilai, penerapan Amandemen ke-25 terhadap Trump menghadapi tantangan besar. Penilaian atas ketidak mampuan presiden harus didasarkan pada alasan medis atau kondisi ekstrem yang menghambat fungsi kepemimpinan, bukan semata-mata karena kebijakan kontroversial atau gaya komunikasi yang tidak lazim.
Surat Trump yang menyebut kemungkinan akuisisi Greenland sebagai “langkah strategis untuk masa depan energi dan pertahanan AS” dinilai sejumlah pihak sebagai tidak realistis dan berpotensi merusak hubungan diplomatik. Reaksi keras datang dari berbagai pemimpin dunia, termasuk dari Uni Eropa dan negara-negara Nordik.
Di tengah meningkatnya tekanan politik, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait wacana Amandemen ke-25. Sementara itu, kubu pendukung Trump menyebut isu ini sebagai “manuver politik” yang bertujuan melemahkan posisi presiden menjelang pemilu paruh waktu.
Isu ini menambah dinamika politik AS yang sudah memanas, dan menjadi sorotan utama media global. Banyak pihak menilai, perkembangan ini akan berdampak pada stabilitas politik domestik AS serta hubungan internasionalnya, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.
Penulis: Wangkadon Dwitya/Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
