Mbak Tutut dan Mbak Titiek Soeharto hadir bersama, momen haru anugerah Pahlawan Nasional untuk ayahanda.(Dok. Ist).
Jakarta, MINAKONEWS.COM –
Tanggal 10 November 2025 menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Presiden ke-2 RI, H. M. Soeharto, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan di Istana Negara.
Di balik prosesi itu, sorotan publik tertuju pada dua putri beliau, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, dan Siti Hediati Hariyadi atau Mbak Titiek.
Keduanya tampil anggun dengan busana yang mencerminkan karakter masing-masing. Mbak Tutut mengenakan busana hitam elegan berpadu dengan kerudung merah-hitam yang dililit rapi, memberi kesan tegas sekaligus berwibawa. Kacamata yang ia kenakan menambah aura intelektual, sementara tata rias wajahnya sederhana namun menonjolkan ketegasan mata.
Di sisi lain, Mbak Titiek tampil cerah dengan balutan busana merah yang dipadukan selendang bermotif bunga. Kalung manik-manik merah yang menghiasi lehernya memberi sentuhan tradisional sekaligus memperkuat kesan feminin. Tata rias wajahnya lebih lembut, menonjolkan senyum hangat yang membuat suasana terasa akrab.
Kehadiran keduanya dengan gaya berbeda namun saling melengkapi menjadi simbol kebersamaan keluarga Cendana. Tutut dengan aura tegas dan Titiek dengan pesona hangat, sama-sama memancarkan kebanggaan atas pengakuan negara terhadap ayahanda mereka.
Malam harinya, keluarga menggelar syukuran sederhana di kediaman Jalan Cendana. Suasana penuh kehangatan berubah haru ketika Mbak Tutut tak kuasa menahan air mata saat menyerahkan potongan tumpeng kepada pengawal setia Pak Harto, Pak Suaden. Mbak Titiek pun terlihat hangat berpelukan dengan Bambang Trihatmodjo, memperlihatkan kebersamaan keluarga di tengah suasana penuh emosi.
Feature ini bukan sekadar tentang gelar Pahlawan Nasional, tetapi tentang dua putri yang menjaga memori ayah mereka. Tutut dan Titiek menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini, menghadirkan narasi bahwa sejarah hidup dalam air mata, senyuman, dan pelukan keluarga.
Penulis: Donna R. Joesoef
Editor. : Red. Minakonews.com
