Wapres Gibran dan Kepala BNPB Suharyanto berdialog dengan penyintas di pos pengungsian Pasir Langu, pastikan kebutuhan warga tertangani langsung.(Foto Dok. BNPB).
Bandung Barat (Jawa Barat). MINAKONEWS – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., tiba di lokasi bencana longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1). Ia memastikan bahwa seluruh upaya pencarian korban dan penanganan pascabencana berjalan optimal dan terkoordinasi.
Pada hari yang sama, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka juga meninjau langsung wilayah terdampak. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat setempat, serta menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir secara nyata dalam situasi darurat kebencanaan.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut antara lain Menko PMK Pratikno, Kepala Basarnas Marsdya TNI Kusworo, Menteri PPPA Arifarul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Rombongan pejabat tinggi negara tersebut meninjau kondisi lapangan, berdialog dengan warga terdampak, serta memastikan ketersediaan kebutuhan dasar seperti logistik, layanan kesehatan, dan tempat pengungsian.
Menko PMK Pratikno menyatakan bahwa penanganan bencana dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga, dengan prioritas utama pada penyelamatan jiwa dan perlindungan pengungsi. Pemerintah mengerahkan lima klaster utama yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan.
Klaster SAR dipimpin oleh Basarnas bersama TNI, Polri, BNPB, dan BPBD. Lebih dari 250 personel dan alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian korban. Klaster kesehatan menyediakan pos kesehatan lapangan dengan layanan 24 jam, ambulans siaga, sistem rujukan untuk korban kritis, serta layanan kesehatan jiwa dan trauma healing. Pos kesehatan utama berada di halaman Kantor Desa Pasir Langu.
Klaster logistik bertugas memastikan distribusi kebutuhan dasar seperti makanan, sembako, selimut, dan hygiene kit kepada para pengungsi. Klaster pengungsian dan perlindungan melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memberikan pendampingan psikososial dan perlindungan kepada keluarga korban terdampak. Sementara itu, klaster pemulihan fokus pada pembangunan kembali kehidupan warga, termasuk opsi relokasi ke tempat yang lebih aman.
Hingga Minggu (25/1) pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 232 jiwa mengungsi di Kantor Desa Pasir Langu, dengan rincian 141 jiwa di gor desa dan 8 jiwa di aula desa. Pemerintah menyiapkan tiga skema penanganan lanjutan bagi para pengungsi, yaitu hunian sementara (huntara), tinggal bersama keluarga atau kerabat dengan dukungan Dana Tunggu Hunian (DTH), serta relokasi permanen ke wilayah yang lebih aman.
Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir secara nyata dalam setiap situasi darurat. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Penulis: Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews
