Ziarah ke makam sembilan wali.(Foto -; M(.
Tanah Datar (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Mungkin satu satunya nagari di Sumbar, ada ziarah ke makam sembilan wali (kalau di Jawa, wali songo), menjelang bulan Ramadhan, itu hanya ada di Nagari Padang Magek, Tanah Datar, Sumatera Barat.
Demikian disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek, H Ampera Salim, Kamis, (29/1/26), di pesantren itu bakda magrib.
Disebutkan sembilan makam parawali (ulama) itu, adalah: makam Tuanku Salim Malin Kuniang, Tuangku Alirumin Koto, Tuanku Dura Angin, Tuanku Alinuddin Manjang, Tuanku Anwar Sutan Marajo, Tuanku Surau Tapuang, Tuanku Qahar Musajik, Tuanku Galagah, Tuanku Ujuang Tanjuang.
“Kesembilan wali itu berada di Jorong Guguak Gadang dan Guguak Baruah. Tuanku Galagah dan Tuanku Ujuang Tanjuang berada di Guguak Baruah. Sedangkan selebihnya ada di Guguak Gadang,” katanya.
Ampera mengatakan, Rabu lalu diadakan ziarah bersama dari masyarakat nagari Padang Magek bersama para guru dan santri darul ulum, yang dipimpin langsung Guru Besar Darul Ulum Padang Magek H Jakfar Tuanku Imam Mudo.
Ziarah itu dimulai dari Makam Tuanku Salim Malin Kuniang sekitar pukul 08:30. Dan berakhir di Makam Tuanku Ujuang Tanjuang sekitar pukul 11:30. Jarak tempuh sekitar tiga kilometer saja.
Dikatakan, para ulama yang makamnya diziarahi itu hidup berbeda zaman. Yang tertua adalah Tuanku Alirumin yang meninggal sekitar pertengahan abad ke 16. Beliau ulama tertua di Padang Magek. Sedangkan yang muda Tuanku Anwar Sutan Marajo yang meninggal tahun 2014 lampau.
Dalam ziarah itu pula kesempatan untuk bermaaf maafan, antara santri darul ulum dengan warga masyarakat yang hadir. Buya H Jakfar mengingatkan, menjelang bulan puasa ini, kesempatan bagi kita semua untuk membersihkan diri dari berbagai kesalahan yang disengaja dan yang tidak disengaja.
Selain itu Buya Jakfar juga mengingatkan, agar kita selalu mendekatkan diri kepada para ulama. Salah satu caranya menziarahi makam beliau, bila ulama itu sudah meninggal dunia.
“Ulama itu adalah penerus ajaran, perilaku, dan ilmu Rasulullah. Menziarahi mereka dianggap mengambil berkah dari keilmuan dan kesalehan yang bersumber dari Rasulullah,” kata Buya Jakfar.(M).
Penulis : M
Editor. : Red minakonews
