Indeks

Banjir Besar Padang, Terparah Setelah 2024, BPBD Evakuasi Warga di 15 Titik

Endrizal, pejabat lapangan BPBD Kota Padang, memimpin langsung evakuasi warga terdampak banjir di kawasan Kuranji.(Dok. Minakonews/AI).

PADANG (Sumbar), MINAKONEWS – Hujan deras berintensitas tinggi sejak Senin (3/8/2026) memicu banjir besar di Kota Padang, yang disebut sebagai banjir terparah setelah 2024. Sedikitnya 15 titik permukiman dan fasilitas publik terendam, termasuk Pasar Lalang, Lapau Munggu, Kampung Guo (Kuranji), kawasan Tabing Banda Gadang, Lapai, Gurun Laweh (Nanggalo), serta Lubuk Minturun dan Sungai Lareh (Koto Tangah).

Ratusan kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air bervariasi hingga 2,5 meter. Di Kuranji, 35 KK terjebak genangan dan membutuhkan evakuasi segera. Fasilitas publik ikut terendam, termasuk RS Islam Siti Rahmah dan akses menuju Universitas Bung Hatta. Sejumlah kendaraan hanyut terbawa arus deras.

BPBD Kota Padang bersama Basarnas dan Kantor SAR menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi balita, lansia, pelajar, dan warga terjebak. Hingga malam, 60 jiwa berhasil dievakuasi, sementara lebih dari 400 KK mengungsi ke lokasi aman. Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menetapkan status siaga penuh 24 jam dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem berulang.

Di lokasi Kuranji, pejabat lapangan BPBD Endrizal memimpin langsung proses evakuasi warga terdampak.

“Seluruh personel dan relawan sudah di lapangan membantu masyarakat untuk evakuasi. Kami siaga penuh 24 jam,” ujar Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton.

Penulis: d®amlis/Dur Mandala Putra
Editor      : Red. Minakonews

Exit mobile version