Indeks

Mahasiswa Kepung DPR, Tuntut Pemulihan Ekonomi & Supremasi Sipil

Ilustrasi: Aksi mahasiswa yang padat dan riuh di depan Gedung DPR, dengan barisan massa mengangkat poster dan bendera di tengah penjagaan garis polisi (Minakonews/AI).

Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS –
Gelombang aksi mahasiswa kembali memadati kawasan DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026), dengan ribuan massa dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, ISMEI, dan HMI MPO turun ke jalan membawa tuntutan pemulihan ekonomi, evaluasi kebijakan publik, hingga pengembalian supremasi sipil. Aksi berlangsung sejak pagi hingga sore dan menyebabkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis ibu kota.

Mahasiswa Trisakti menjadi salah satu kelompok terbesar dalam aksi hari ini. Mereka berkumpul di Tugu Luar 12 Mei sebelum bergerak menuju Gedung DPR/MPR RI pukul 13.30 WIB. Massa membawa tiga tuntutan utama yang mereka sebut sebagai Tritura versi baru: memulihkan ekonomi dan politik, memberantas inkompetensi pejabat, serta mengembalikan supremasi sipil. Tuntutan turunan mencakup penurunan harga bahan pokok, penurunan harga BBM, penghentian pemborosan APBN, evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penolakan UU Polri.

Di Bundaran HI dan Istana Negara, massa dari ISMEI menggelar aksi serupa dengan fokus pada isu stabilitas ekonomi nasional. Mereka menyoroti defisit APBN, depresiasi rupiah, serta meminta evaluasi terhadap Menko Perekonomian dan program MBG. Kelompok ini juga menuntut reformasi sektor riil dan stabilisasi harga BBM.

Sementara itu, mahasiswa Universitas Esa Unggul memulai aksi sejak pukul 11.00 WIB dari kampus Kebon Jeruk menuju DPR. Mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap program strategis nasional, penguatan pengawasan penggunaan keuangan negara, serta penegakan hukum yang adil dan transparan terhadap dugaan penyimpangan anggaran.

Situasi di depan Gedung DPR sempat memanas ketika massa memenuhi ruas Jalan Gatot Subroto, memaksa polisi menutup akses kendaraan. Spanduk dan poster bernada kritik memenuhi barisan aksi, termasuk sindiran terhadap kebijakan BBM dan program MBG. Polisi menurunkan lebih dari 4.200 personel gabungan untuk pengamanan di lima titik aksi di Jakarta Pusat.

Hingga berita ini diturunkan, pimpinan DPR dijadwalkan menerima perwakilan mahasiswa untuk mendengar langsung aspirasi mereka, sementara arus lalu lintas di sekitar Senayan masih mengalami kepadatan akibat konsentrasi massa.

Penulis: Dinno Veoline/Dur Mandala Putra
Editor. : Red. Minakonews.com

Exit mobile version