Indeks

Pemerintah Daerah Rakor Evaluasi PAD

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly dalam sambutannya.(Foto : M Syukur).

Tanah Datar (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Upaya capai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar gelar Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi terkait Laporan PAD triwulan II, yang dilaksanakan Selasa (14/07/2026) di Aula Eksekutif Kantor Bupati setempat.

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi dalam arahannya menyampaikan PAD merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Semakin tinggi kemampuan daerah dalam menghimpun PAD, maka semakin besar pula ruang fiskal yang dimiliki untuk pembiayaan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Tanah Datar.

Pencapaian target PAD bukan semata-mata menjadi tanggungjawab Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah saja, melainkan tanggungjawab bersama seluruh perangkat daerah pengelola pajak dan retribusi daerah sesuai potensi yang dimiliki,” ucapnya.

Dari hasil rakor bersama OPD tersebut. Wabup sampaikan, capaian PAD menunjukkan perkembangan yang positif. Namun, kita tidak boleh cepat berpuas diri, Masih ada potensi pendapatan yang harus terus kita optimalkan melalui kerja sama seluruh OPD, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Tanah Datar Jasrinaldi, SH, S.Sos dalam laporannya menyampaikan, berdasarkan target PAD tahun berjalan sebesar Rp77 miliar, pencapaian target dibagi dalam empat bulan pelaksanaan. Target per bulan ditetapkan sebagai berikut, bulan pertama sebesar 58%, bulan kedua sebesar 40%, bulan ketiga sebesar 70%, dan bulan keempat sebesar 40%.

Pada triwulan pertama, realisasi PAD mencapai sekitar 35 persen dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini memang belum optimal dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya bencana banjir serta beberapa kegiatan pembangunan yang masih berlangsung,” ucapnya.

Jasrinaldi juga katakan untuk bulan pertama, realisasi yang dicapai sekitar 15 persen. Rendahnya capaian tersebut dipengaruhi adanya relokasi dan beberapa kendala teknis di lapangan. Namun demikian, pada bulan kedua dan ketiga diharapkan terjadi peningkatan sehingga target 40 persen dapat tercapai.

Sementara itu, realisasi pendapatan yang bersumber dari dividen menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dari target sekitar Rp31 miliar, hingga saat ini telah terealisasi lebih kurang Rp23 miliar atau sekitar 79 persen. Namun angka tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu proses pencatatan dan masuknya dana ke Rekening Kas Umum Daerah,”sampainya.(MSR)

Penulis : MSR

Editor.          : Red minakonews

Exit mobile version