Para pengurus PERSI DAN MAKERSI Sumbar dan Riau selesai dilantik pada Sabtu (31/10/2026) dihotel Santika premiere.(Foto : Edril).
Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM-Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)dan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Seluruh Indonesia (MAKERSI)wilayah Sumatera barat dan Riau untuk periode 2026 – 2030 resmi dilantik pada hari Sabtu (31/10/2026). Acara pelantikan berlangsung di Hotel Santika Premiere Padang, berlangsung secara sukses dan lancar.
Prosesi pelantikan PERSI dan MAKERSI dipimpin secara resmi oleh Ketua Umum PERSI Pusat Dr.Bambang Wibowo Sp.OG Subsp,K.Fm,Mars, Dalam kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera barat,Mahyeldi Ansharulah, Perwakilan pejabat daerah, Unsur Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),Anggota DPR RI, Ketua PERSI Wilayah Sumbar Dr.dr Dovy janas, Sp.OG,KFM Mars,FIS Qua,PERSU wilayah Riau Dr,dr,Surya Fitria Dana Sp.P,Subsp PK (K),FCCP,FISR,MM,Biomed, M.K.M.AIFO-K dan ketua MAKERSI wilayah Riau dan jajaran Rumah Sakit M.Jamil Padang.
Pelantikan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola Rumah Sakit, meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit yang ada di Indonesia,serta mendorong kolaborasi lintas wilayah. Anggota DPR RI dari fraksi Nasdem Shadiq pasadigu dalam hal ini menekan kan Etika dan keselamatan pasien mendorong Rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan,profesionslisme, dan keselamatan pasien. Menurut Shadiq Rumah Sakit tidak hanya cukup mengandalkan fasilitas modern dan teknologi medis, tenaga kesehatan juga harus mengutamakan Etika,tata kelola yang baik serta kepedulian terhadap hak pasien.
Ketua MAKERSI Pusat Prof,Dr,dr Agus purwadianto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PERSI dan MAKERSI wilayah Sumaterat barat dan Riau yang baru dilantik, ia juga memberiklan apresiasi kepada jajaran pengurus periode sebelumnya atas pengabdian,dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam memajukan organisasi serta dunia perumahsakitan di daerah masing-masing.
Rumah Sakit harus dipahami sebagai sebuah entilitas yang memiliki dimensi yang lebih luas dari pada sekedar institusi penyelenggara pelayanan kesehatan Rumah Sakit, juga memiliki dimensi etika sosial-ekonomi yang harus menjadi perhatian dalam setiap proses pengelolan dan pengambilan keputusan,”ucap Prof Agus Purwadianto.
Tata kelola etik harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen Rumah sakit. Setiap kebijakan dan pelayanan harus dilandasi nilai-nilai etika,profesionalisme,transparansi serta tanggung jawab terhadap pasien dan masyarakat.
Rumah Sakit bukan hanya sebagai institusi yang memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan tanggung jawab moral dan sosial. Karena itu tata kelola harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan Rumah Sakit, agar pelayanan yang diberikan tetap profesional,transparan, dan berorientasi pada kepentingan pasien serta masyarakat,”papar nya.
Ketua umum PERSI Sumbar dan Riau untuk terus mengambil peran dalam memfalitasi pengembangan Kompetensi Sumber Daya Alam Manusia,baik tenaga medis,tenaga kesehatan, maupun jajaran manajemen Rumah Sakit.Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting, agar Rumah sakit mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas dan Responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan.
Gubernur Sumateta barat Mahyeldi dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya peningkatan mutu dan keselamatan pasien sebagai bagian utama dalam penyelenggaraan pelayanan Rumah sakit.Rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan pelayanan yang mudah di akses masyarakat,tetapi juga memastikan setiap proses pelayanan berlangsung sesuai standar,aman dan mengutamakan kepentingan pasien.
Salah satu prioritas utama adalah peningkatan mutu dan keselamatan pasien. PERSI Sumatera barat akan mendorong seluruh Rumah sakit untuk terus memperkuat budaya mutu,keselamatan pasien,akreditasi,tata kelola klinis serta peningkatan standar pelayanan secara berkelanjutan. (Edril).
Penulis : Edril
Editor : Red minakonews


