Prabowo: “Indonesia sudah 81 tahun merdeka, tapi kita belum punya pabrik mobil nasional. Ini harus jadi lompatan besar menuju kemandirian industri otomotif” (Foto Dok. Ist.).
Jakarta (DKI). MINAKONEWS – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia, meski telah 81 tahun merdeka, masih belum memiliki pabrik mobil nasional yang sepenuhnya berdiri di dalam negeri. Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan: Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Forum yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai arah pembangunan ekonomi nasional, termasuk pentingnya kemandirian industri otomotif sebagai salah satu pilar ekonomi masa depan.
Dalam paparannya, Prabowo menyoroti besarnya pasar otomotif Indonesia yang belum diimbangi dengan kemampuan produksi nasional. Ia menyebut bahwa ketergantungan pada produk luar negeri harus segera dikurangi melalui pembangunan industri otomotif yang kuat, modern, dan mandiri.
Meski begitu, Presiden menyampaikan rasa bangga atas hadirnya industri mobil Maung yang diinisiasi PT Pindad. Menurutnya, Maung adalah bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk memulai kemandirian industri otomotif, meski langkah tersebut masih perlu diperkuat dengan investasi, riset, dan dukungan ekosistem pendidikan tinggi.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset untuk mempercepat lahirnya pabrik mobil nasional yang benar-benar diproduksi di Indonesia.
Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com
