Banjir Lumin Park, 40 warga dievakuasi – tanggul kembali jebol! (Dok. Ist.)
Padang (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Sabtu (10/10/2026) sore kembali memicu luapan Sungai Lubuk Minturun. Kompleks Lumin Park menjadi salah satu titik terparah dengan 40 jiwa berhasil dievakuasi tim gabungan. Ratusan warga di Kuranji dan Koto Tangah juga terdampak, sementara genangan air mencapai setinggi pinggang hingga satu meter di beberapa lokasi. Peristiwa ini menegaskan lemahnya perbaikan tanggul pasca banjir besar 2025 yang kembali jebol diterjang arus deras.
Tim BPBD Kota Padang bersama TRC, TNI, Polri, Brimob, SAR, relawan, dan masyarakat turun langsung melakukan evakuasi. Namun keterbatasan perahu karet membuat proses penyelamatan berlangsung lambat. Arus deras bahkan merobohkan pagar kompleks Lumin Park, memperparah kerusakan rumah dan akses jalan. Hingga Sabtu malam, belum ada laporan korban jiwa.
Sorotan publik kini tertuju pada Pemerintah Kota Padang. Hasil evaluasi penanganan sungai pasca banjir 2025 hingga kini belum dipublikasikan. Padahal, data APBD menunjukkan alokasi Rp 12 miliar untuk rehabilitasi sungai, namun progres fisik di lapangan minim. Sistem peringatan dini berupa sirene banjir yang dijanjikan Pemko juga tidak berfungsi saat hujan deras mengguyur.
Warga Lumin Park mengaku sudah berulang kali melaporkan retakan tanggul sejak Agustus 2026, tetapi tidak ada tindak lanjut. “Sudah kami laporkan ke kelurahan soal retakan tanggul, tapi tidak ada tindakan. Begitu hujan deras, tanggul langsung jebol,” ungkap salah seorang warga.
Banjir berulang di Lumin Park bukan sekadar fenomena alam, melainkan indikasi kelalaian struktural. Pemko Padang dituntut segera membuka hasil evaluasi penanganan sungai, transparan soal anggaran, dan memperbaiki sistem peringatan dini. Tanpa langkah nyata, banjir tahunan akan terus menjadi ancaman bagi warga.
Penulis : d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
