Bupati Eka Putra.(Foto : M Syukur).
Tanah Datar (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Pasca banjir bandang atau galodo akhir November 2025 yang lalu yang hingga kini Januari 2026 intensitas curah hujan masih tinggi yang berakibat debit air cukup besar dan meluber ke jalan di Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh Malao Kecamatan Batipuh Selatan.
Kami sudah melaporkan ke Pak Dandim 0307 Tanah Datar dan juga sudah diteruskan ke Korem, jadi kami mohon ke Pangdam agar bisa membantu kami untuk membangun jembatan aramko di Jorong Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh Malalo,” ucap Bupati Eka Putra.
Hal itu disampaikannya ketika rapat sekaligus Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bersama Gubernur Sumatera Barat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara virtual di Gedung Indo Jolito Batusangkar, baru-baru ini.
Bupati Eka Putra juga melaporkan kepada Gubernur terkait lahan pertanian warga yang terdampak, seperti sawah lebih kurang 500 hektar dan untuk rehabilitasi lahan sudah diajukan ke Kementerian Pertanian RI, dari itu mohon Pemprov untuk turut mengawal agar permohonan ini cepat terealisasi.
Terkait pembangunan sabodam di Tanah Datar, dikatakan Bupati Eka Putra direncanakan akan segera dibangun dimana tahun 2026 ini sebanyak 4 sabodam akan dibangun.
Bupati Eka Putra juga sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu recovery pasca bencana dan upaya percepatan pemulihan pasca bencana terutama pada masa tanggap darurat, semua unsur bersama-sama berjibaku melakukan recovery pasca bencana.
Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah menyampaikan terkait data R3P seperti lahan pertanian, jalan, jembatan dan ekonomi masyarakat sudah tercantum dalam R3P. Dari itu dimohonkan kepada Bupati dan Wali Kota agar data tersebut yang terdampak tidak ada satupun yang tertinggal.(MSR).
Penulis. : MSR
Editor. : Red minakonews
