Solok, Minakonews -;Keresahan warga petani di kenegarian Sulit Air Solok, akibat ” “Maliang Taronak ” berkepanjagaan sejak tahun 2019 hingga 2021, tertangkap sudah karena pencurinya melarikan diri lewat Nagari Tanjung Alai Kecamatan X koto Diatas.

Maliang taronak yang selalu jadi sasarannya Jorong Rawang, dan Siaru Nagari Sulit Air sekitarnya, tercatat sudah 15 sapi dan kerbau hilang tertangkap oleh warga di Nagari Aripan, Sabtu petang (1/1)

Menurut Parman, saat masyarakat menanti detik detik pergantian tahun baru, diduga maliang sudah beraksi di Jorong Kunik Bolai berbatas dengan Jorong Siaru, kata nya kepada wartawan di SulitAir.

Pemilik mengetahui sapinya sudah dikuliti oleh maliang ketika mau ke sawah yang beberapa meter dari tempat sapi dipautkan, Sabtu pagi, kata Parman kepala Jorong Siaru.

Tertangkap maliang taronak sapi di Nagari Sulit Air, ketika mereka membawa daging sapi yang sudah dikuliti, melewati Nagari Tanjung Alai berjarak 10 km dari tempat curiannya.

Naas bagi maliang taronak tersebut, mereka menabrak warga sambil menenteng hasil curian sapi yang sudah dikuliti dalam karung, disitulah warga setempat, mengetahui, “MALIANG TARONAK”

Maliang Taronak ketahuan oleh warga, ia lari dan ditinggalkanlah sepeda motornya, dan dompet serta KTP pun tertinggal dalam tas, laporan wartawan dari Solok.

Masyarakat Tanjung Alai, mengejar dan menyisir pelarian maliang yang terbirit birit dari pagi sehingga tertangkap di Simpang Ampek Jorong Pintu Rayo Nagari Aripan Kecamatan X Koto Dibawah ( Singkarak), pada Sabtu petang.

Sayang seribu sayang, maliang yang sudah tertangkap dihakimi oleh warga tanpa ampunnya dengan kedua tangan terikat.

Menurut informasi, maliang taronak diduga bersekongkol dan baru seorang pencuri yang tertangkap, mereka datang dari Solok.

Saat laporan ini dipublish maliang taronak yang tertangkap sudah dijemput dan ditangani oleh Polres kota Solok. (Risto/Hen)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *