Indeks

Pemko Padang Genjot Pemulihan Pascabencana, Targetkan Bantuan Cair Sebelum Ramadan

Wali Kota Padang Fadly Amran pimpin rapat percepatan pemulihan pascabencana bersama jajaran Pemko dan mitra strategis.(Foto Dok. Diskominfo).

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM — Pemerintah Kota Padang terus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam yang melanda wilayahnya. Dalam Rapat Koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar secara daring, Kamis (15/1/2026), Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pentingnya realisasi cepat bantuan sosial, terutama Dana Tunggu Hunian (DTH), sebelum memasuki bulan Ramadan.

Rapat tersebut dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri selaku ketua tim pelaksana, dan diikuti oleh jajaran kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah dari berbagai provinsi di Sumatera. Fadly Amran mengikuti rapat dari Rumah Dinas Wali Kota Padang dan memaparkan kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak bencana di daerahnya.

“Kita berharap sebelum puasa bantuan ini sudah disalurkan, sehingga masyarakat terdampak bisa bertahan untuk sementara,” ujar Fadly.

Berdasarkan data Pemko Padang, tercatat lebih dari 1.100 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 550 rusak berat atau hanyut, 160 rusak sedang, dan sekitar 600 rusak ringan. Selain pemulihan tempat tinggal, pemerintah juga mulai memikirkan pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk sawah, ladang, dan mata pencaharian yang terdampak.

Pemko Padang saat ini tengah mempersiapkan tahap groundbreaking pembangunan hunian tetap (huntap), dengan dukungan pembiayaan utama dari pemerintah pusat dan pembagian kewenangan pelaksanaan bersama pemerintah provinsi dan kota.

“Ini adalah kerja bersama, dengan anggaran dari pemerintah pusat, agar masyarakat terdampak bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak,” pungkas Fadly Amran, wali kota jebolan Universitas Seattle, Amerika Serikat.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, dengan pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah, serta fokus pada empat sektor prioritas: permukiman, infrastruktur, sosial, dan ekonomi.

Penulis : d®amlis
Editor. : Redaksi Minakonews.com