Indeks

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pemerataan Akses Pendidikan Vokasi

Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama masyarakat saat peletakan batu pertama relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie di Kabupaten Pasaman Barat.(Foto Dok. Humas).

Pasaman Barat (Sumbar). MINAKONEWS – Peletakan batu pertama relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, baru-baru ini, menandai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan kejuruan di daerah. Relokasi ini bukan sekadar pemindahan bangunan, melainkan bagian dari Program Revitalisasi SMK 2026 yang digagas bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Mahyeldi menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan dunia kerja. “Tantangan zaman menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam keterampilan,” ujarnya. Ia menargetkan Angka Partisipasi Kasar SMK di Sumbar mencapai 30 persen, sehingga kesempatan belajar semakin terbuka bagi anak-anak di seluruh daerah, termasuk Sasak Ranah Pasisie.

Selain memperluas akses, Pemprov Sumbar juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, dan keterhubungan dengan dunia usaha serta industri. “Kita menargetkan tingkat penyerapan lulusan SMK lebih dari 80 persen. Hal ini membutuhkan sinergi kuat antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri,” jelas Mahyeldi.

Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Desman, menyampaikan bahwa relokasi sekolah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas pembelajaran. “Selama ini banyak masyarakat ingin menyekolahkan anaknya di sini, tetapi keterbatasan ruang belajar menjadi kendala. Kami berharap pembangunan ini membuka peluang bagi lebih banyak siswa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan hibah Rp25 juta serta Al-Qur’an untuk mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. Acara turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, sejumlah kepala OPD, Ketua Komite SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, serta tokoh masyarakat nagari.

Hakikat dari pembangunan ini adalah memastikan pendidikan vokasi di Sumbar tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau daerah-daerah, sehingga generasi muda memiliki akses yang lebih luas untuk menjadi tenaga kerja kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com