Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut Presiden Prabowo Subianto yang tiba di Gedung Nusantara didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan para Wakil Ketua DPR RI sebelum Sidang Paripurna Penyampaian KEM PPKF RAPBN 2027.(Foto Dok. Setpres).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS – Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara, Selasa (20/5/2026), menjadi momentum penting penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027. Agenda ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, menegaskan bahwa APBN adalah instrumen perjuangan membangun bangsa sesuai amanat UUD 1945.
Dalam pidato kenegaraan, pemerintah menekankan bahwa RAPBN 2027 disusun untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui pengelolaan fiskal yang sehat, tepat sasaran, dan mendukung agenda prioritas. Pendapatan negara ditargetkan 11,82–12,40 persen PDB, belanja negara di kisaran 13,62–14,80 persen PDB, dengan defisit dijaga tetap terkendali pada 1,80–2,40 persen PDB.
Kebijakan fiskal diarahkan untuk memperkuat sektor strategis, termasuk ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi rakyat. Pemerintah juga menegaskan komitmen menjaga optimisme ekonomi nasional di tengah ketegangan geopolitik dan geoekonomi dunia.
Stabilitas sektor keuangan dan moneter menjadi fokus, dengan suku bunga SBN tenor 10 tahun dijaga pada kisaran 6,5–7,3 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di rentang Rp16.800–17.500/USD, serta inflasi di kisaran 1,5–3,5 persen. Target pertumbuhan ekonomi nasional ditetapkan 5,8–6,5 persen pada 2027, dengan arah menuju 8 persen pada 2029.
Selain itu, RAPBN 2027 menargetkan penurunan angka kemiskinan ke 6,0–6,5 persen, tingkat pengangguran terbuka di kisaran 4,30–4,87 persen, serta perbaikan rasio gini menjadi 0,362–0,367. Asumsi energi juga dipaparkan, dengan harga minyak mentah Indonesia diperkirakan USD 70–95 per barel, lifting minyak bumi 602–615 ribu barel per hari, dan lifting gas 934–977 ribu barel setara minyak bumi per hari.
Momentum penyampaian KEM PPKF 2027 di forum DPR RI ini dinilai sebagai tradisi baru yang memperkuat kredibilitas kebijakan fiskal sekaligus memberi kepastian arah pembangunan nasional di tengah dinamika global.
Penulis: Wangkadon Dwitya/Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com


