Turut berduka cita atas wafatnya para peserta Latsarmil calon manajer koperasi. Semoga amal ibadah mereka diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan (Ilustrasi: Minakonews/AI).
JAKARTA (DKI Jakarta). MINAKONEWS – Informasi mengenai peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) untuk calon manajer koperasi yang dikabarkan meninggal dunia kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut sedikitnya empat hingga lima peserta wafat di lokasi pelatihan berbeda, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kementerian terkait.
Nama‑nama seperti Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan disebut dalam berbagai unggahan warganet sebagai peserta yang meninggal saat mengikuti program pelatihan tersebut. Penyebab kematian yang beredar pun beragam, mulai dari heat stroke hingga penyakit bawaan. Namun, seluruh informasi itu masih bersumber dari media sosial dan belum terverifikasi oleh pihak berwenang.
Program Latsarmil sendiri merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Pertahanan untuk membekali calon manajer koperasi dengan pelatihan kedisiplinan dan fisik. Sejak awal pelaksanaannya, program ini menuai sorotan karena intensitas latihan yang dinilai cukup berat bagi peserta yang bukan berasal dari latar belakang militer.
Sejumlah pemerhati kebijakan publik meminta pemerintah memberikan klarifikasi terbuka terkait kabar kematian peserta, termasuk memastikan apakah ada evaluasi terhadap standar keselamatan dan kelayakan fisik peserta sebelum mengikuti pelatihan. Publik juga menyoroti pentingnya transparansi agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Kemenkop UKM maupun Kemenhan belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai jumlah peserta yang meninggal maupun penyebabnya. Informasi yang beredar di media sosial masih menunggu verifikasi lebih lanjut.
Penulis: d®amlis/Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com


