News  

Air PDAM Mati Lagi di Padang

Air PDAM Padang kembali mati di sejumlah kawasan. Warga resah, pasokan belum stabil sejak awal Juli. PDAM sebut perbaikan pipa dan IPA Gunung Pangilun belum pulih (Infografis: Minakonews/AI).

Padang (Sumbar). MINAKONEWS –
Aliran air Perumda Air Minum Kota Padang kembali mengalami gangguan awal Juli 2026, membuat warga di sejumlah kawasan resah karena pasokan yang tidak stabil sejak beberapa hari terakhir. Gangguan ini terjadi berulang setelah serangkaian pekerjaan perbaikan pipa dan belum pulihnya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun pascabencana 2025.

Pihak PDAM menjelaskan bahwa pekerjaan koneksi pipa DN 150 di depan RS M. Djamil pada 4 Juli 2026 pukul 22.00 WIB menyebabkan aliran air terhenti sementara di kawasan RS M. Djamil, Jati, dan Sawahan. Pekerjaan ini disebut sebagai upaya peningkatan keandalan jaringan distribusi.

Selain itu, gangguan juga terjadi di Lolong Belanti pada 7 Juli 2026, di mana air kembali kecil bahkan tidak mengalir pada pagi hingga sore hari. PDAM menyebut kondisi ini disebabkan debit air masuk ke IPA Gunung Pangilun yang masih rendah dan keruh, sehingga produksi belum dapat berjalan normal.

Sebelumnya, pada 2–3 Juli 2026, PDAM juga melakukan perbaikan pipa DN 300 PVC bocor di kawasan Padat Karya Pisang, yang berdampak pada aliran air di Pisang, Durian Tarung, Piai, dan Tanah Sirah. Perbaikan telah dilakukan, namun stabilisasi aliran masih berlangsung.

Warga di beberapa titik mengeluhkan gangguan yang terus berulang sejak banjir bandang November 2025. Mereka berharap PDAM segera menuntaskan perbaikan jaringan agar pasokan air kembali normal dan tidak lagi mengganggu aktivitas harian.

Pihak PDAM mengimbau masyarakat untuk melakukan penampungan air saat aliran kembali muncul, serta melaporkan gangguan melalui layanan resmi perusahaan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing‑masing.

Penulis : d®amlis
Editor.          : Red. Minakonews.com.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *