Berpulang Kepala Dinas yang rendah hati dan penuh dedikasi.
Terima kasih atas pengabdian dan teladan yang kau tinggalkan.(Foto Dok. Ist.).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Dunia kebudayaan Sumatera Barat berduka atas wafatnya Syaiful Bahri, SP, MM (59 tahun), Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar sekaligus budayawan yang dikenal atas kiprahnya dalam pelestarian seni dan tradisi Minangkabau. Almarhum menghembuskan napas terakhir Sabtu (5/9/2026) pukul 03.30 WIB di RSUP M. Djamil Padang.
Semasa menjabat, Syaiful Bahri meninggalkan sejumlah jejak kinerja yang penting bagi kebudayaan Sumbar. Ia mengusung slogan “Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri” sebagai arah kerja Dinas Kebudayaan, dengan fokus pada pelindungan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Ia menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar tradisi tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Syaiful juga dikenal sebagai penggagas rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Ranah Minang dengan nilai Rp382,65 miliar. Proyek besar ini dirancang mencakup tiga zona, mulai dari sarana dasar seperti galeri seni dan amfiteater terbuka, pusat seni dan kreativitas dengan perpustakaan budaya serta laboratorium sastra, hingga sarana pendukung berupa hotel dan mini teater. Usulan tersebut mendapat dukungan DPRD Sumbar, seniman, dan budayawan, serta masuk dalam rencana kerja 2027 sebagai langkah revitalisasi Taman Budaya Sumbar.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Koto Baru No. 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Mata Air, Padang. Sejumlah tokoh masyarakat, sahabat, dan kolega hadir menyampaikan belasungkawa serta doa agar amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Kepergian Syaiful Bahri meninggalkan duka mendalam bagi dunia kebudayaan Sumbar. Dedikasi dan pengabdiannya diharapkan menjadi teladan bagi generasi penerus dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan daerah.
Penulis : Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com


