2023 ALCoB ICT Volunteers (AIV) Workshop
Siapkan Pembelajaran AI Serta Pengenalan Budaya Korea Bagi Guru Indonesia

Oleh : Fitra Murni AR

Menjadi peserta dari 2023 ALCoB ICT Volunteers (AIV) Workshop sangat membuka wawasan, pengalaman dan ilmu baru terkait dengan pembelajaran AI (Artificial Inteligence) bagi peserta didik. Workshop ini diselenggarakan secara tatap muka oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek sebagai focal point APEC Human Resources Development Working Group (HRDWG) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Korea Selatan (Ministry of Education of Republic of Korea) dan Institute of APEC Collaborative Education (IACE).

2023 ALCoB ICT Volunteers (AIV) Workshop ini diadakan pada tanggal 6- 11 Agustus di hotel Intercontinental Jakarta Metro Pondok Indah Kav. IV A Jakarta Selatan. Tujuan dari workshop ini adalah untuk melatih para guru dalam menggunakan ICT dalam proses pembelajaran di kelas serta berbagi praktik baik terkait dengan pendidikan dan kebudayaan dengan guru-guru volunteer Korea.

2023 AIV Workshop ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri atas guru dan Kepala sekolah se- Indonesia dari 20 Provinsi. Keempat puluh peserta merupakan alumni dari kegiatan sebelumnya yaitu AIV 2020, 2021 dan 2022. Selama workshop berlangsung keempat puluh peserta dibagi menjadi 8 kelompok yang beranggotakan 5 orang yang tujuannya bisa saling kerjasama dan berkolaborasi. Sungguh menggagumkan!

Sebagai narasumber pada workshop ini adalah 5 orang guru Korea diantaranya: Jiyong Jo, Ye Seul Lee, Jiyoung Won, Hyungjoon Hwang dan Jihae Kim. Mereka berlima berbagi praktik baik mereka kepada peserta yaitu Making image from text oleh Jiyong Lee, Drawing with smart device, ibis Paint X, Halo
AR Artsteps (VR) oleh Ye Seul Lee, Teachable machines, coding using teachable machine using Scratch, line tracing using TRUETRUE Robot oleh Jiyoung Won, Making endangered animal traffic lights (TRUETRUE) oleh Hyungjoon Hwang dan Korean Culture (Calligraphy) dan online casebooks using Gathertown oleh Jihae Kim.

Pembukaan dilaksanakan tepat pada tanggal 7 Agustus 2023. 2023 AIV Workshop dibuka secara langsung oleh Perwakilan dari BSKAP, presentasi dari MS. Soyeon Lee dari IACE, Korea terkait Program IACE (APEC Education Cooperation ProjecT) dan sambutan dari Ibu Badriyah sebagai Ketua pelaksana (Tim kerjasama dan Komunikasi Publik BSKAP Kemdikbudristek RI).

Workshop yang berlangsung selama 5 hari tersebut sangat menarik, menantang, bermanfaat bahkan sangat menginspirasi. Dengan mempelajari berbagai materi secara langsung dari guru- guru Korea tersebut sangat membantu dalam pemahaman dan penguasaan materi yang telah disampaikan. Pada workshop ini seluruh materi yang diperoleh dipraktekan langsung karena selain untuk menguasai materi yang telah disampaikan, nantinya akan diadakan diseminasi kepada guru- guru lainnya bahkan peserta didik.

Pada salah satu sesi kegiatan workshop ini juga adanya presentasi dari oleh Bapak Hafidz dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbudristek RI yang juga memberikan penguatan terkait Bahasa Indonesia dengan tagline, “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing”.

Bahkan workshop ini juga memberikan ruang kepada seluruh peserta dan TIM dari IACE dan guru- guru Korea untuk bisa juga menikmati perjalan yang menambah kasanah ilmu dengan mengunjungi Museum Nasional dan Gallery Nasional. Ini merupakan ajang untuk bisa memperkenalkan Budaya indonesia bahkan sejarah Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa Budaya bagian dari pendidikan. Yang tidak kalah pentingnya adalah kegiatan juga dilanjutkan dengan kunjungan ke Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbudristek RI sekaligus ditutup dengan acara Farewell (perpisahan) yang begitu mengesankan. Keakraban seluruh peserta, Panitia dari BSKAP, Tim IACE beserta guru- guru Korea sangat mengharu biru.

Dengan berakhirnya 2023 ALCoB ICT Volunteers (AIV) Workshop ini, banyak hal yang bisa dipetik yaitu: guru harus mampu menguasai ICT sesuai dengan perkembangan zaman (era 5.0, “Artificial Intelligence”), berkolaborasi baik dengan guru lokal, nasional maupun internasional, pengguasaan Bahasa Inggris dan pengembangan pembelajaran dengan penggunaan teknologi yang menyenangkan, kreatif dan bermakna dalam PBM, dan sharing budaya sehingga adanya rasa saling menghargai perbedaan dan berkebinekaan global. Merdeka belajar dan merdeka mengajar akan terwujud sesuai dengan harapan. (semoga).

Terima kasih kepada BSKAP Kemdikbudriestek RI, Institute of APEC Collaborative Education (IACE). Kementrian Pendidikan Korea, Narasumber (guru-guru Korea) atas Workshop yang sangat luar biasa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *