Wamenhan Donny Ermawan Taufanto menghadiri rapat koordinasi di Kementerian PANRB.(Foto Dok. Kemenhan).
Jakarta (DKI Jakarta), MINAKONEWS. Rapat koordinasi di Kementerian PANRB, Kamis (2/4/2026), membahas perencanaan rekrutmen 30.000 pengawak yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia guna mendukung program strategis nasional. Pengawak ini merupakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan mengelola dan menggerakkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat ekonomi rakyat.
Data Kementerian PANRB menunjukkan kebutuhan pengawak untuk mendukung program prioritas Presiden mencapai lebih dari 25.000 formasi baru dalam lima tahun ke depan, sementara tingkat pemenuhan SDM di sektor strategis baru sekitar 72% dari target nasional. Angka ini menegaskan perlunya rekrutmen terintegrasi yang tidak hanya menambah jumlah, tetapi juga meningkatkan kualitas kompetensi.
Pengawak akan menjalani pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk membentuk kompetensi teknis, manajerial, sekaligus karakter. Dengan bekal ini, mereka diharapkan mampu menjawab tantangan program strategis secara optimal, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sistem koperasi desa.
Selain itu, forum rapat juga menyoroti kesiapan fasilitas pendidikan, sarana, dan prasarana pendukung yang menjadi fondasi dalam proses rekrutmen. Sinergi antarinstansi dipandang sebagai kunci agar mekanisme pengadaan pengawak berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kehadiran lintas sektor dalam rapat koordinasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi pusat dan sektor pertahanan, sehingga program strategis nasional dapat terlaksana dengan dukungan SDM yang mumpuni.
Penulis: Dur Mandala Putra
Editor. .: Red. Minakonews.com


