Antrean panjang kendaraan di SPBU Padang akibat keterlambatan distribusi BBM dari Terminal Teluk Bayur (Ilustrasi: Minakonews/AI).
PADANG (Sumbar). MINAKONEWS – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Padang masih terjadi sejak awal pekan ini. Kondisi ini dipicu keterlambatan distribusi BBM dari Terminal Teluk Bayur akibat kemacetan di jalur utama pengangkutan, terutama di kawasan Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai. Waktu tunggu kendaraan di SPBU kini mencapai dua hingga lima jam, terutama untuk jenis Pertalite dan Solar.
Kemacetan di Jembatan Bungus menjadi titik paling kritis dengan waktu tahan mobil tangki sekitar dua hingga tiga jam. Di Sitinjau Lauik, antrean kendaraan wisata dan truk logistik menambah waktu tempuh hingga tujuh jam. Sementara di Lembah Anai, arus kendaraan masih tersendat akibat proses pemulihan pasca longsor yang terjadi akhir Juni lalu.
Lonjakan kendaraan masuk ke wilayah Sumbar selama libur sekolah turut memperparah situasi. Konsumsi BBM harian meningkat sekitar lima ratus kiloliter di atas rata-rata normal, membuat pasokan di SPBU cepat menipis sebelum pengiriman berikutnya tiba.
Pertamina telah memperpanjang jam operasional Terminal Teluk Bayur menjadi 24 jam penuh, sementara BPJN mempercepat perbaikan di Jembatan Bungus dan membuka jalur alternatif. Dishub dan Polda Sumbar juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk memberi prioritas bagi mobil tangki BBM. Sejumlah SPBU di Padang menambah jam pelayanan hingga malam hari untuk mengurai antrean.
Distribusi BBM diperkirakan mulai normal antara 11 hingga 12 Juli 2026, setelah jalur Bungus dan Sitinjau Lauik kembali lancar dan stok di SPBU terisi penuh.
Penulis: d®amlis
Editor: Red. Minakonews.com


