Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Kamis (16/4/2026). (Foto Dok. Kemenkeu).
Jakarta (DKI). MINAKONEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Kamis (16/4/2026), untuk memaparkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) triwulan pertama 2026. Ia menegaskan bahwa APBN tetap berperan sebagai shock absorber di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjaga stabilitas fiskal dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Dalam paparannya, Menkeu menyampaikan bahwa hingga triwulan I 2026, pendapatan negara tercatat sebesar Rp574,9 triliun, tumbuh 10,5% dibanding periode sama tahun lalu. Penerimaan pajak tumbuh 20,7% yoy, menunjukkan basis pajak semakin kuat. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp815 triliun, naik 31,4% dibanding tahun sebelumnya.
Dengan demikian, APBN mencatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93% PDB, yang masih terkendali sesuai desain fiskal. Menkeu menekankan bahwa defisit ini tetap dalam batas aman dan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat belanja secara merata sepanjang tahun.
Purbaya menambahkan, di tengah eskalasi geopolitik dan dinamika ekonomi dunia, pemerintah akan terus mencermati dan mewaspadai berbagai risiko perekonomian ke depan. APBN diarahkan untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik agar tetap tumbuh stabil di tengah tekanan global.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com


