ASEAN Finance Ministers Sepakat Perkuat Ketahanan Keuangan, Purbaya Tegaskan Sinergi Regional

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri pertemuan daring para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN di bawah keketuaan Filipina, (Foto Dok. Kemenkeu).

MINAKONEWS – Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN yang diselenggarakan secara daring di bawah keketuaan Filipina. Pertemuan strategis ini membahas kerja sama di bidang keuangan, mulai dari pembiayaan infrastruktur, kepabeanan, single window, perpajakan, hingga pembendaharaan, dengan tujuan menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global.

Dalam forum tersebut, negara-negara ASEAN menyepakati pembentukan fasilitas keuangan senilai USD 30 miliar atau sekitar Rp 512 triliun untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan regional. Kesepakatan ini menjadi bagian dari agenda Finance Sectoral Plan 2026–2030, yang juga mencakup pendalaman pasar modal, perluasan konektivitas sistem pembayaran regional, serta penguatan kesehatan keuangan masyarakat.

Selain itu, ASEAN meluncurkan ASEAN Capital Markets Forum Action Plan 2026–2028 dan menyelesaikan kriteria teknis ASEAN Taxonomy sebagai panduan investasi berkelanjutan. Pertemuan juga menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam pembiayaan infrastruktur, inovasi digital, dan keuangan hijau.

Menkeu Purbaya menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap agenda tersebut. Ia menekankan bahwa kebijakan fiskal Indonesia akan diarahkan untuk mendukung investasi infrastruktur, memperkuat sistem perpajakan dan kepabeanan melalui mekanisme single window, serta memastikan pengelolaan kas negara yang efisien. Menurutnya, sinergi antar kementerian dan lembaga di kawasan menjadi kunci agar kebijakan fiskal dan perencanaan pembangunan dapat berjalan seiring, sehingga pertumbuhan ekonomi ASEAN tetap tangguh.

Dengan kolaborasi yang lebih erat, ASEAN optimistis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi regional yang pada 2025 tercatat sekitar 4,5%, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, investasi digital, dan arus modal berkelanjutan.

Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red Minakonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *