Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pengembangan Bandara Douw Aturure di Nabire, Papua Tengah.(Foto Dok. Setneg).
Nabire (Papua Tengah). MINAKONEWS — Pengembangan Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire menjadi fokus percepatan sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat konektivitas Papua Tengah. Peninjauan lapangan pada Senin (20/4/2026) menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur transportasi udara untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah timur Indonesia.
Bandara Douw Aturure direncanakan menjadi hub utama transportasi udara Papua Tengah, dengan peningkatan kapasitas terminal dan perpanjangan landasan pacu agar mampu melayani pesawat berbadan besar. Proyek ini diharapkan selesai pada 2027 dan menjadi fondasi pemerataan pembangunan di kawasan timur.
Pemerintah menekankan bahwa percepatan pembangunan bandara tidak hanya soal fisik, tetapi juga sinergi antara pusat, daerah, dan BUMN agar distribusi logistik lebih lancar, konektivitas antarwilayah semakin kuat, serta peluang investasi baru terbuka bagi masyarakat lokal.
Hakikat pengembangan Bandara Douw Aturure adalah memastikan Papua Tengah memiliki infrastruktur udara yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjawab kebutuhan transportasi sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com


