Ilustrasi rencana Cina membangun pangkalan di Bulan: Misi Chang’e 8 pada 2028 akan menguji teknologi 3D printing bata dari tanah Bulan, dilanjutkan pendaratan astronaut sekitar 2030. (Ilustrasi: Miankonews/AI).
MINAKONEWS — Cina terus memperkuat ambisinya dalam eksplorasi luar angkasa. Mengutip laporan Reuters dan South China Morning Post (SCMP), Badan Antariksa Nasional Cina (CNSA) menargetkan peluncuran misi Chang’e 8 pada tahun 2028 sebagai langkah awal menuju pembangunan pangkalan permanen di Bulan.
Misi Chang’e 8 akan berfokus pada uji teknologi konstruksi bata dari tanah Bulan (regolith) menggunakan sistem 3D printing. Teknologi ini menjadi bagian dari strategi pemanfaatan sumber daya lokal (in-situ resource utilization) agar pembangunan pangkalan tidak bergantung sepenuhnya pada material dari Bumi.
Selain itu, Cina bersama Rusia tengah menyiapkan proyek reaktor nuklir di Bulan untuk mendukung International Lunar Research Station (ILRS). Menurut laporan US News/Reuters, reaktor tersebut direncanakan beroperasi sekitar 2035 sebagai sumber energi utama pangkalan riset di kutub selatan Bulan.
Tahap berikutnya adalah pendaratan astronaut Cina pada 2030, yang akan menjadi tonggak awal pembangunan pangkalan permanen. Dengan strategi ini, Cina berpotensi menyaingi program Artemis NASA, yang juga menargetkan pendaratan manusia di Bulan antara 2026–2028.
Para ahli menilai bahwa 2028 bukanlah tahun pembangunan kota berpenghuni, melainkan fase uji teknologi dan energi. Pangkalan berpenghuni baru akan dimulai setelah astronaut Cina mendarat sekitar 2030, menandai era baru eksplorasi Bulan yang berorientasi pada riset internasional dan pengembangan teknologi masa depan.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com


