Pedagang menata tumpukan kemasan plastik di pasar tradisional saat harga bahan kemasan naik (Potret Digital: Miankonews/AI).
Jakarta. MINAKONEWS. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar Firnando Ganinduto mendesak pemerintah segera melakukan intervensi terhadap lonjakan harga plastik dan bahan kemasan yang menekan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Kenaikan harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat ini disebut sebagai dampak dari gangguan rantai pasok global dan industri petrokimia akibat konflik di Timur Tengah.
Firnando menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kebijakan konkret. “Kenaikan harga ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tetapi sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi UMKM. Jika tidak segera diintervensi, dampaknya bisa meluas ke penurunan daya tahan usaha kecil dan berpotensi memicu inflasi sektor informal,” ujarnya dalam siaran pers, baru-baru ini.
Ia menekankan perlunya langkah cepat dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menjaga ketersediaan bahan baku plastik di pasar domestik. Salah satu solusi yang diusulkan adalah percepatan impor bahan baku plastik dari negara produsen utama, serta pengawasan distribusi agar tidak terjadi penimbunan.
Selain itu, Firnando mendorong penguatan industri petrokimia dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan global. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian diperlukan agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memberikan perlindungan berkelanjutan bagi pelaku usaha jika terjadi gangguan pasokan.
“Intervensi yang cepat dan tepat, termasuk percepatan impor bahan baku plastik dari negara produsen, sangat dibutuhkan agar stabilitas harga dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” tegasnya.
Harga plastik di pasar domestik dilaporkan naik hingga 50 persen sejak awal April 2026, terutama pada jenis plastik kemasan makanan dan minuman. Kenaikan ini membuat banyak pelaku UMKM berada dalam posisi dilematis karena tidak dapat menaikkan harga jual tanpa kehilangan konsumen.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah stabilisasi agar sektor UMKM tetap bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com


