Indeks

Empat Bulan Tanpa Gaji : Jeritan Buruh PT BSI Menembus Batas Kesabaran

Vasko di tengah demo buruh PT Bumi Sarimas Indonesia (Dok : FA)

Padang Pariaman (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Di tengah deru mesin pabrik yang tak lagi bergema, ratusan buruh PT Bumi Sarimas Indonesia berdiri dalam diam. Bukan karena mogok kerja, tapi karena tak lagi punya tenaga untuk berharap. Empat bulan tanpa gaji, dan hidup pun mulai kehilangan bentuknya.

Di antara mereka, ada yang motornya disita, rumahnya disegel, bahkan keluarganya tercerai. “Yang paling menyedihkan adalah kehilangan kehidupan,” ucap Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, saat mendengar langsung kisah para pekerja dalam aksi damai di Kasang, Padang Pariaman, baru-baru ini.

Aksi itu bukan sekadar unjuk rasa. Ia adalah jeritan kolektif yang akhirnya didengar oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer. Di hadapan para buruh, ia berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kalau perusahaan ini membohongi negara, saya rasa nekatnya sudah tingkat dewa,” ujarnya tegas.

Manajemen PT BSI berjanji akan membayar seluruh gaji pada akhir Agustus. Tapi janji itu bukan yang pertama. Ketua Serikat Pekerja, Nanda Putra, meminta pemerintah tetap waspada. “Janji sudah sering, tapi realisasi belum pernah,” katanya.

Di balik angka Rp6,9 miliar tunggakan gaji, ada 750 jiwa yang bertahan di tengah badai. Mereka bukan hanya menuntut hak, tapi juga mempertahankan martabat. Di tengah krisis, kehadiran negara menjadi harapan terakhir. Bukan untuk menghukum, tapi untuk menyelamatkan.(FA).

Penulis. : FA

Editor. : Red minakonews