Semenanjung Kamchatka, diguncang gempa bumi berkekuatan 8,8 magnitudo.(Foto : FA).
Rusia, MINAKONEWS.COM –
Wilayah timur jauh Rusia, khususnya Semenanjung Kamchatka, diguncang *gempa bumi berkekuatan 8,8 magnitudo* pada Rabu pagi, 30 Juli 2025. Gempa terjadi sekitar pukul 06.24 WIB (23.24 GMT) dan berpusat di laut, sekitar 126 kilometer tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky, pada kedalaman sekitar 18 kilometer. Aktivitas seismik tersebut terjadi akibat subduksi lempeng di zona Palung Kurile-Kamchatka, salah satu kawasan gempa paling aktif di dunia.
Tak lama setelah gempa, gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai *3–5 meter* menerjang pesisir Kamchatka dan Kepulauan Kuril. Hal ini memicu *peringatan tsunami internasional*, termasuk di Jepang, Filipina, Hawaii, Alaska, dan Indonesia bagian Timur. Ribuan warga dievakuasi sebagai langkah antisipatif, terutama di kota pesisir Severo-Kurilsk dan beberapa wilayah Jepang.
Laporan awal menyebutkan *kerusakan cukup signifikan* terjadi di sejumlah fasilitas dan bangunan penting. Di Kamchatka, *tembok taman kanak-kanak runtuh*, sementara *Pelabuhan Severo-Kurilsk* terendam gelombang dan merusak fasilitas pengolahan hasil laut. Di Bandara Elizovo, *langit-langit terminal runtuh* menyebabkan kepanikan dan melukai beberapa orang. *Pemadaman listrik dan gangguan komunikasi* juga dilaporkan di wilayah Kamchatka dan Sakhalin.
Satu korban jiwa tercatat di Jepang, sementara di Rusia empat orang mengalami *cedera ringan*, termasuk warga yang panik dan melompat dari jendela saat proses evakuasi. Formasi alam ikonik Teluk Avachinsky bernama *Tri Brata*, yang menjadi simbol wisata Kamchatka, dilaporkan mengalami keruntuhan struktural akibat guncangan.
Pakar geologi dan otoritas Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut gempa ini sebagai *salah satu gempa paling kuat di Rusia dalam lebih dari satu dekade*, dan kemungkinan besar akan masuk dalam daftar 10 gempa terbesar di abad ke-21 jika dampaknya terus meningkat.(FA).
Penulis. : FA
Editor. ; Red minakonews
